Isi Lengkap Buka-bukaan Eks Pejabat Solo Era Wali Kota Jokowi Diperas Jaksa

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 20:40 WIB
Eks Kadis di Solo ungkap kasus pemerasan oknum jaksa saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di Pemkot Solo
(Foto: dok. tangkapan layar FB Hasta Gunawan)
Solo -

Mantan Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) Kota Solo, Hasta Gunawan, mendadak curhat melalui akun Facebook pribadinya. Hasta menceritakan pengalaman yang paling membuatnya stres selama menjadi abdi negara.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu menuliskan awal kisahnya menjadi saksi di kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Berikut isi lengkap curahan hati Hasta Gunawan mulai dari bagian 1-6 yang diunggah di akun Facebook pribadinya.

Dari penelusuran detikcom, postingan pertama berjudul dilakukan Hasta pada Senin (30/8/2021) lalu dengan judul:

Unforgetable story ( bagian 1 ) :
dipanggil jaksa tindak pidana korupsi (tipikor) di kejakti Semarang merupakan mimpi buruk sepanjang pengabdianku, thn 2013 ketika saya menjabat Ka DKP....dipanggil sbgai saksi atas dugaan korupsi thn 2012 di Badan pemberdayaan Masyarakat pemberdayaan perempuan perlundungan anak dan Keluarga berencana( Bapermas pp pa dan kb )...teman2ku di Balekota bilang...dipanggil menjadi saksi kemudian ditangkap..tidak pulang dan keluarga diminta mengirimkan pakaian.....pikiranku tak menentu...apa ada orang tidak bersalah ditangkap...atau karena pimpinan lalai atas tindakan anak buahnya..?! Dan ketika aku berangkat ke kejakti tanpa teman dan tanpa bawa dokumen...(karena aku tak tahu mau ditanya apa...pun di lembar panggilan tidak ada keterangan apapun)..betul saja aku disuruh pulang karena gak bawa dokumen dan sy tidak tahu atau lupa...ketika dibrondong pertanyaan

Dan ketika seminggu kemudian aku datang lagi memenuhi聽 panggilan kedua dengan membawa dokumen yg bisa sy pinjam dari kantor lama...di ruangan sempit聽 dan ada cctv itu jaksa tipikor berbisik : pak, anak buah saya 6..mhn dipikir ya..dan langsung saya jawab lho disini tidak ada keterangan sebelumnya suruh bawa uang ( dalam pikiranku terbersit...gimana caranya aku menjebak dia...atau langsung saja saya bunuh ditempat ini )....

Curhatan Hasta dilanjutkan dengan judul:


Unforgetable story ( bagian 2 ) :
Pimpinan saya meminta kpd Teman2 kepala dinas yg menjadi saksi untuk menyuport tersangka ( anak buah ) dengan cara memberi keterangan yg sama....he he..kontan sy menjawab : ya..tentunya siapa yg berbuat dia yg menanggung...pimpinan saya agak kecewa mendengar jawaban saya yg terkesan " tak bisa diatur " paling tdak ada 5 kepala dinas yg dipanggil jadi saksi tindak pidana korupsi

Kami semua para saksi yg sebelumnya lancar bercengkerama menjadi seperti " jothaan" ..satu sama lain tidak bertegur sapa...masing2 memendam pikirannya...dan bahkan ketika satu2 dipanggil tak pernah budhal bareng...juga tidak pernah sharing seperti pimpinan harapkan
Ada perbedaan aturan yg sangat jelas : permendagri yg mengatur ttg BLUD ( badan layanan umum daerah) memberikan laporan kpd walikota lewat instansi induk yg membidaninya...sedangkan peraturan walikota聽 surakarta menyebutkan bahwa laporan BLUD langsung kpd walikota...dua aturan inilah yg mjd biang "kesalahan" biang perbedaan pelaksanaan keuangan ...sekaligus menjadikan kepala Badan ..juga Kepala keuangan daerah tidak tahu...tetapi jaksa tipikor berpedoman pada aturan yg lebih atas dalam hal ini permendagri...he he...inilah otak kanan dan otak kiri, juga hati kanan dan hati kiri harus kompak

simak kelanjutannya di halaman berikutnya...

Saksikan juga 'Kejari Geledah Kemenag Kabupaten Pasuruan, Usut Dugaan Korupsi BOP':

[Gambas:Video 20detik]