Round-Up

Eks Pejabat Era Wali Kota Jokowi Ungkap Bobrok Penanganan Dugaan Korupsi

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 08:29 WIB
Eks Kadis di Solo ungkap kasus pemerasan oknum jaksa saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di Pemkot Solo
(Foto: dok. tangkapan layar FB Hasta Gunawan)
Solo -

Eks Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) Kota Solo, Hasta Gunawan, buka-bukaan mengunggah pengalaman pahitnya terkait penanganan kasus dugaan korupsi di Pemkot Solo tahun 2012.

Di laman Facebook pribadinya, Hasta begitu ia akrab disapa, mengungkapkan bahwa dirinya pernah diperas oknum diduga dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng di Semarang.

Dari postingannya itu, Hasta menyebut bahwa peristiwa itu berlangsung pada 2013 atau delapan tahun silam.

Ketika itu dirinya diminta menjadi saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah.

Pengalaman yang dianggapnya terpahit selama menjadi abdi negara itu cukup panjang. Bahkan saking panjangnya curahan hatinya, Hasta sampai memberikan judul di setiap bagian tulisannya yakni Unforgetable story (bagian 1-6).

"dipanggil jaksa tindak pidana korupsi (tipikor) di kejakti Semarang merupakan mimpi buruk sepanjang pengabdianku, thn 2013 ketika saya menjabat Ka DKP....dipanggil sbgai saksi atas dugaan korupsi thn 2012 di Badan pemberdayaan Masyarakat pemberdayaan perempuan perlundungan anak dan Keluarga berencana( Bapermas pp pa dan kb)," demikian salah satu kutipan dalam postingan Hasta itu.

Saat dihubungi, Hasta mempersilakan postingannya itu dikutip. Hasta mengaku memang sengaja menuliskan pengalamannya itu.

Saat kasus korupsi itu diusut Hasta menjabat sebagai Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) Kota Solo pada era Joko Widodo menjadi Wali Kota.

"Ya tidak apa-apa, itu hanya mengganjal saja dulu setelah selesai kasusnya jadi bermusuhan dengan teman-teman. Setelah sudah selesai semua mengaku pernah dimintai uang," kata Hasta saat dihubungi detikcom, Kamis (2/9).

Hasta menyebut permintaan uang itu tidak dia gubris. Sebab dia memiliki prinsip lebih baik memberikan uang kepada fakir miskin.

"Saya kan punya prinsip, saya orang organisasi anak buah saya kan banyak. Kalau uang diberikan orang kan tidak bisa," ucapnya.


Selengkapnya di halaman berikutnya...