Pura-pura Jadi Dukun, Kakek di Tegal Perkosa ABG Belasan Kali hingga Hamil

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 16:53 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)
Kabupaten Tegal -

Seorang kakek bermodus dukun di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mencabuli ABG pasiennya belasan kali hingga hamil. Pelaku cabul ini memperdaya korban dengan alasan sebagai syarat untuk pengobatan penyakit.

Pelaku inisial ZS (66), warga Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, diamankan petugas Satreskrim Polres Tegal. Korbannya seorang gadis berusia 18, dicabuli sebanyak 19 kali di rumah kontrakannya hingga korban hamil 5 bulan.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat menjelaskan, modus tersangka memperdaya korban dengan berdalih sebagai dukun atau paranormal.

"Tersangka mencabuli korban kurang lebih sudah 19 kali dalam kurun waktu 1,5 tahun sampai hamil 5 bulan. Dia memperdayai korban dengan mengatakan bisa mengobati korban dan memperlancar rezeki. Pelaku menyebut pasien ini menderita jantung dan liver," kata Arie kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

Untuk bisa sembuh dari penyakit dan lancar rezeki, korban diminta melakukan ritual khusus. Salah satu ritual yang harus dijalani adalah berhubungan intim dengan tersangka.

Tersangka yang aslinya bekerja sebagai buruh serabutan itu juga menakut-nakuti korban dengan mengatakan jika tidak mau melakukan ritual, kedua orang tuanya akan sakit dan celaka.

"Karena takut, korban akhirnya menuruti kemauan tersangka. Korban dicabuli sebanyak 19 kali oleh tersangka dalam kurun waktu sekitar 1 tahun lebih," beber Arie.

Arie mengatakan perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah korban diketahui hamil 5 bulan. Saat itu juga pihak keluarga melaporkan ke polisi.

"Dari laporan itu, kemudian kita melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan di jalan raya Desa Tanjung Harja, Kecamatan Kramat. Tersangka berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Tegal untuk proses lebih lanjut," kata Arie.

Polisi menyita peralatan ritual milik tersangka di antaranya sebuah wayang golek dan tiga buah keris. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 1 ayat (2) Undang-undang nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 293 KUHP.

"Ancaman 15 tahun penjara," tegasnya.

(rih/sip)