PTM Hari Pertama di Pekalongan: Seragam Tak Lagi Muat, Boleh Berbaju Bebas

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 10:51 WIB
Sekolah tatap muka di SDN Keputran 06 Kota Pekalongan, Rabu (1/9/2021).
Sekolah tatap muka di SDN Keputran 06 Kota Pekalongan, Rabu (1/9/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka juga berlangsung untuk pertama kalinya di Kota Pekalongan, Jawa Tengah hari ini. Sekolah memperbolehkan siswanya untuk mengenakan pakaian bebas atau tidak berseragam untuk bersekolah.

Pantauan detikcom di SDN Keputran 06 di Jalan RA Kartini, Kota Pekalongan, Rabu (1/9/2021) pagi ini, banyak siswa yang berangkat sekolah tidak menggunakan seragam. Namun mereka tampak tetap berpakaian rapi dan bersepatu.

"Kita menoleransi untuk penggunaan seragam sekolah. Jika seragam sekolah kekecilan, atau sudah tidak pantas di pakai, bisa pakai pakaian bebas tapi rapi dan bersepatu," ujar Kepala SDN 06 Keputran, Farita, di kantornya, hari ini.

Dia menjelaskan sekolahnya menggelar sekolah tatap muka terbatas yang hanya dihadiri 30 persen murid secara bergantian. Tak hanya itu, lanjut Farita, PTM terbatas ini juga telah disetujui oleh para wali murid. Bahkan dia mengaku sejumlah orang tua siswa sudah mendesaknya untuk menggelar sekolah tatap muka.

"Kita tidak ingin mengurangi hak mereka yang berkeinginan bersekolah, tapi terbentur oleh seragam sekolah yang kekecilan karena lama tidak terpakai. Karena itu, kita bebaskan yang penting rapi," lanjutnya.

Farita mengatakan selain menerapkan protokol kesehatan (prokes) di sekolah, siswa juga diminta membawa bekal dan makanan sendiri dari rumah.

Salah seorang siswa kelas 6 SDN 06 Keputran, Dahayu, mengaku senang bisa kembali masuk sekolah.

"Senang sekolah, karena bisa langsung diajar oleh Pak Guru. Jadi kalau bingung bisa tanya langsung ke Pak Guru dan bertemu kembali dengan teman-teman," kata Dahayu di sekolahnya hari ini.

Sedangkan pantauan detikcom di sekolah lain yakni SMAN 1 Kota Pekalongan di Jalan RA Kartini, pemandangan yang sama juga terlihat di sana. Ada sejumlah siswa yang masuk sekolah tak berseragam.

"Tidak harus berseragam ya. PTM kali ini kami perioritas kan dulu yang kelas X, untuk pengenalan sekolah juga," ujar Kepala SMAN 1 Pekalongan, Budi Hartati, kepada detikcom di kantornya, hari ini.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Budi mengatakan pihak sekolah akan menggelar PTM untuk kelas X selama sepekan, dan pekan selanjutnya kelas XI lalu selang sepekan baru kelas XII. Ada 9 kelas yang siswanya akan kembali dibagi menjadi 18 ruang kelas berbeda. Sehingga setiap kelas hanya diisi 18 siswa.

"Kita sengaja menggunakan ruangan yang ada pintu penghubungnya, dengan menggunakan tekhnologi avermedia. Jadi satu guru yang mengajar di kelas ini akan berada di tengah diantara dua kelas, untuk mengajar dengan alat avermedia," jelasnya.

Selain itu sekolah ini juga menyediakan jalur berbeda untuk siswa masuk dan pulang. Cara ini disebut untuk mengendalikan kerumunan terutama saat jam masuk dan pulang sekolah.

"Protokol kesehatan jelas kita terapkan, dari siswa mulai masuk hingga pulang sekolah. Kita akan pantau juga saat pulang sekolah, kita cek ke orang tua apakah anak yang bersangkutan sudah berada di rumah atau belum," jelasnya.

(sip/mbr)