Ganjar Protes Alokasi Vaksin Titipan Anggota DPR-Ormas: Merepotkan!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 19:11 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap agar Kementerian Kesehatan tidak mengatur terlalu detail terkait alokasi vaksin COVID-19 hingga tingkat kabupaten/kota. Ganjar mengungkap alokasi untuk kelompok tertentu dinilai merepotkan vaksinator di tingkat bawah.

Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya. Ia mengatakan sudah mempertanyakan kepada perwakilan Kemenkes saat rapat secara virtual tersebut. Ganjar menjelaskan Kemenkes telah membagi jatah vaksin tidak hanya untuk kabupaten/kota tetapi juga berdasarkan kelompok, seperti organisasi masyarakat, hingga titipan dari anggota DPR dan lain-lain.

"Saya nggak ngerti nih, kepentingan pusat kayaknya terlalu jauh lah, kalau membagi sampai tingkat detail itu. Ormas ini sekian, terus kemudian dari titipan DPR sekian, itu merepotkan kita di bawah. Karena yang di bawah ini akhirnya mereka ditarik, 'ayo dong tempatku dulu ayo dong kelompokku dulu', maka vaksinatornya repot," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Senin (30/8/2021).

Meski demikian Ganjar menyebut adanya kelompok-kelompok 'titipan' yang menginginkan vaksinasi itu, bisa mempercepat target vaksinasi COVID. Namun ia berharap bisa membawa vaksinator sendiri.

"Sebab kalau ujung-ujungnya nanti diberikan kepada kami, itu rasa-rasanya akan menjadi tarik-ulur di antara kepentingan yang utama. Di mana kami harus menyelesaikan sesuai dengan target jumlah yang kita siapkan," terang Ganjar.

Ganjar mengungkap antusiasme masyarakat di daerah untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Hal ini terbukti saatbupati Banyumas, Sragen, Karanganyar, Brebes dan Wali Kota Tegal bergantian meminta tambahan stok vaksin.

"Jadi mereka itu semangatnya wah top betul, bisa ngebut, bisa menyampaikan dengan bagus kepada masyarakat sehingga masyarakat antusias. Tapi vaksinnya masih kurang," katanya.

"Kalau kami bisa diizinkan oleh kementerian kesehatan, kasih dong kami lipat gandakan (stok vaksin) sampai 300 persen agar kami bisa ngejar karena mereka semangat," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, dalam laporannya mengatakan ada pembagian vaksin hampir satu juta dosis. Namun ada empat daerah yang tidak mendapat vaksin yaitu Cilacap, Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kota Pekalongan.

"Hari ini kita akan bagi vaksin sekaligus untuk 2 tahap, yang pertama kalau kita gabung slot 1 dan dua ini hampir satu juta dosis yaitu 992.140 dosis," ujar Yulianto dalam rapat.

"Untuk yang tahap kesatu, hari ini ada empat kabupaten kota yang tidak dapat bagian. Ini saya juga nggak tahu kenapa. Padahal justru (daerah) itu yang lebih banyak membutuhkan kok malah tidak mendapatkan, sama sekali, nol. Tetapi yang kedua dapat semuanya, alokasinya dari dinkes ada juga yang TNI Polri. Tapi kabupaten/kotanya sudah dirinci," imbuhnya.

Simak juga Video: Membandingkan Elektabilitas Prabowo-Ganjar-Anies di 3 Rilis Survei Capres

[Gambas:Video 20detik]




(rih/ams)