Melihat Budi Daya Lebah Madu di Kompleks Makam Tegal

Imam Suripto - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 18:39 WIB
Budi daya madu di areal pemakaman di Kota Tegal, Minggu (29/8/2021).
Budi daya madu di areal pemakaman di Kota Tegal, Minggu (29/8/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Tegal -

Budi daya lebah madu bisa dilakukan di segala tempat termasuk kompleks makam. Syaratnya, tempat tersebut terdapat pepohonan yang rindang dan bebas dari polusi asap. Salah satu lokasi pemakaman yang dimanfaatkan untuk budi daya lebah madu adalah di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Tempat pemakaman umum Syekh Fatunonnurrozi, Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, ini memiliki aneka pepohonan buah, mulai dari mangga, kakao dan pohon kamboja. Aneka pepohonan rindang ini selain bisa menjadikan sejuk areal makam, juga bisa untuk budi daya lebah madu.

Untuk pemeliharaan lebah, tentunya dengan melibatkan juru kunci dan para penjaga makam. Mereka dilatih cara menjinakkan lebah oleh seorang pawang lebah asal Kota Tegal, Tejo Asmoro.

Budi daya lebah madu dengan memanfaatkan areal pemakaman ini merupakan ide dari Tejo Asmoro. Tejo awalnya mengajak juru kunci makam untuk menanam aneka tanaman buah sebagai sumber makanan lebah.

Langkah selanjutnya, juru kunci makam juga diajarkan cara membudidayakan lebah. Jenis lebah yang dibudidayakan adalah jenis avis cenna atau lebah lokal yang hidup di tanaman buah seperti kakao, mangga dan lebah klanceng yang hidup di pohon bambu.

Keterampilan yang diajarkan mula dari cara memindahkan sarang lebah ke dalam kotak hingga cara memanen madu. Selain itu, mereka diajari pula cara berbaur dengan lebah agar tidak disengat.

Budi daya madu di areal pemakaman di Kota Tegal, Minggu (29/8/2021).Budi daya madu di areal pemakaman di Kota Tegal, Minggu (29/8/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom

Menurut Tejo, dengan budi daya lebah madu di pemakaman, para juru kunci memiliki keterampilan lain. Tidak hanya rutin merawat atau membersihkan pemakaman, tapi sekaligus memperoleh nilai tambah dari hasil penjualan madu yang dibudidayakan.

"Pelatihan budi daya lebah madu sengaja dilakukan bagi juru kunci di pemakaman. Selain karena habitat di lingkungan pemakaman banyak pepohonan yang sangat cocok untuk menunjang bagi proses pembudidayaan lebah madu, juga agar para juru kunci ini bisa memiliki pendapatan tambahan dari madu yang dihasilkan," ungkap Tejo, Minggu (29/8/2021).

Budi daya lebah madu ini tergolong cukup mudah. Lebah tidak perlu diberi makan karena bisa mencari sendiri. Asal dipelihara dengan baik, madu akan bisa dipanen setiap 2 minggu.

"Asal tidak ada polusi asap dan dipelihara dengan baik madu akan dipanen setiap 2 minggu," jelasnya.

Juru kunci permakaman Syeh Sayid Fanunnorrozi, Suwardi, mengaku senang dengan adanya pelatihan budi daya lebah madu. Karena selama ini mereka hanya menerima upah dari jasa pemakaman.

Dengan budi daya lebah madu ini, kata Suwardi, semoga bisa mendapatkan nilai tambah dari hasil panen madu.

"Ini sangat bagus menurut saya. Apalagi pemakaman ini cukup rindang, semoga budi daya lebah madu ini bisa ada hasilnya. Jadi kami yang di sini tidak hanya mengandalkan dari jasa bersih-bersih makam, tapi ada tambahan dari madu yang dihasilkan," ujar Suwardi.

(rih/rih)