Objek Wisata Tutup Selama PPKM, Jalur ke Pantai di Bantul Disekat

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 15:11 WIB
Penyekatan di depan pos TPR Samas, Kabupaten Bantul, Minggu (29/8/2021).
Penyekatan di depan pos TPR Samas, Kabupaten Bantul, Minggu (29/8/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Petugas melakukan penyekatan di sejumlah jalur wisata ke pantai di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyekatan dilakukan untuk antisipasi kedatangan pengunjung karena objek wisata ditutup selama PPKM.

Salah satu warga yang diputar balik, Juki (34), mengatakan bahwa kedatangannya di kawasan Pantai Parangtritis, tepatnya muara Sungai Opak untuk memancing.

"Ya tadi jalan menuju objek wisata Pantai Parangtritis tepatnya di simpang tiga selatan jembatan Kretek disekat oleh petugas. Akhirnya arus lalu-lintas dialihkan ke Jalan Selopamioro ke arah timur," kata Juki kepada wartawan, Minggu (29/8/2021).

"Karena batal mancing di muara Sungai Opak, ini rencananya mau mancing di sekitar Imogiri saja," lanjut warga Kapanewon Pleret, Bantul, ini.

Berdasarkan pantauan, petugas melakukan penyekatan di antaranya di selatan jembatan Kretek, Kapanewon Kretek, Bantul. Ratusan kendaraan bermotor roda dua dan mobil pribadi wisatawan dibelokkan ke jalan Siloharjo-Imogiri Timur. Sebagian besar kendaraan itu berasal dari luar Bantul bahkan luar DIY. Hanya kendaraan bermotor serta mobil pribadi milik warga setempat yang diperbolehkan melintas.

Tak hanya di pintu masuk kawasan Parangtritis, penyekatan juga terjadi di pos tempat pemungutan retribusi (TPR) Samas. Penyekatan dilakukan petugas gabungan dari Polairud Pos Samas dan SAR Satlinmas Wilayah 4 Kabupaten Bantul.

Salah satu personel SAR Satlinmas Wilayah 4 Kabupaten Bantul Dwi Wiratno mengatakan bahwa masih banyak wisatawan yang nekat datang ke Pantai Samas. Menurutnya, hingga siang ini sudah ada ratusan kendaraan bermotor yang diputar balik.

"Sudah ratusan kendaraan bermotor roda dua dan mobil pribadi yang kita putar balikkan. Karena objek wisata tutup selama pemberlakuan PPKM level 4," kata Dwi.

Menurutnya, sebagian besar wisatawan memaklumi adanya penyekatan karena masih dalam rangka PPKM.

"Beruntung seluruh wisatawan yang kita putar balik memaklumi dan mau memutar balik kendaraannya," imbuhnya.

(rih/rih)