Penyekatan Jalur Wisata di Boyolali, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 14:47 WIB
Petugas gabungan melakukukan penyekatan di Jurang Grawah, jalur menuju ke Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Minggu (29/8/2021).
Petugas gabungan melakukukan penyekatan di Jurang Grawah, jalur menuju ke Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Minggu (29/8/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Petugas gabungan melakukan penyekatan di jalur utama menuju Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan karena pada beberapa akhir pekan ini banyak warga yang berwisata ke wilayah di lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut.

"Hari ini kita melaksanakan penyekatan di jalan menuju ke Selo, karena disinyalir di hari Jumat, Sabtu, Minggu banyak sekali masyarakat yang naik ke Selo untuk liburan. Jadi kita meminimalisir kegiatan masyarakat yang akan wisata ke Selo," kata Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraeni, di sela-sela kegiatan penyekatan di tikungan Jurang Grawah, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Minggu (29/8/2021).

Penyekatan dilaksanakan karena Boyolali masih diberlakukan PPKM level 4. Meski sudah ada sejumlah pelonggaran aturan, namun pembatasan kegiatan masyarakat masih dilakukan. Tempat-tempat wisata juga masih ditutup.

"Jadi kita melaksanakan kegiatan penyekatan di akhir pekan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten boyolali, khususnya di tempat wisata. Hari ini kita melaksanakan penyekatan di tiga titik arah ke Selo," ujar Yuli.

Penyekatan dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, Kodim dan Polres Boyolali serta Satgas COVID-19. Penyekatan di jalan Boyolali-Magelang itu dilakukan di tiga titik. Yaitu di tikungan Jurang Grawah, Cepogo dan di Desa Jrakah, Kecamatan Selo yang merupakan perbatasan wilayah Boyolali dan Magelang. Kemudian juga di Simpang PB VI Selo. Petugas juga berjaga di tikungan Irung Petruk, yang biasa digunakan wisatawan untuk istirahat dan nongkrong.

Kegiatan penyekatan di tikungan Jurang Grawah, petugas memeriksa kendaraan sepeda motor maupun mobil pribadi yang melintas di jalan Boyolali-Magelang tersebut. Mereka ditanya warga dari mana dan keperluan apa menuju ke Selo.

Jika merupakan warga Selo atau warga sekitar, maka mereka diperbolehkan lanjut. Tetapi, jika bukan warga Selo dan tujuannya ke Selo hanya untuk liburan, mereka pun diminta putar balik. Dalam kegiatan penyekatan di Jurang Grawah ini, ada ratusan kendaraan yang diputar balik petugas.

Tak hanya itu, dalam kegiatan penyekatan ini petugas dari Puskesmas juga melakukan tes swab antigen secara acak kepada pengguna jalan yang dihentikan.

"Ada ratusan kendaraan yang kami minta putar balik, baik kendaraan sepeda motor maupun mobil," jelasnya.

Ada insiden saat penyekatan di Cepogo ini. Seorang remaja yang tidak terima dihentikan petugas, kemudian marah-marah. Remaja pengendara sepeda motor ini ternyata surat-suratnya juga tidak komplit. Tidak membawa STNK, motornya tidak ada spionnya dan knalpot brong atau bersuara bising. Pengendara itu juga tidak memiliki SIM karena masih di bawah umur.

"Tadi dihentikan petugas, diminta putar balik, tapi malah marah-marah dan melawan petugas. Akhirnya saya minta dibawa ke Polsek (Cepogo) yang dekat," ujar Yuli.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan pemerintah di masa pandemi ini untuk mengendalikan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19.

(rih/rih)