Puluhan Mural Ikut Lomba, Gejayan Memanggil Sebut Ada yang Dihapus Aparat

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:25 WIB
Lomba mural yang digelar oleh Gejayan Memanggil, Rabu (25/8/2021).
Lomba mural yang digelar oleh Gejayan Memanggil, Rabu (25/8/2021). (Foto: Tangkapan layar medsos IG @gejayanmemanggil)
Yogyakarta -

Gejayan Memanggil membuat sindiran ke aparat dengan mengadakan lomba mural dengan tajuk #LombaDibungkam. Puluhan mural disebut telah ikut serta, beberapa di antaranya sudah dihapus aparat.

Mimin muralis yang meminta identitasnya disembunyikan mengatakan, lomba ini sejak diumumkan pertama kali di Instagram @gejayanmemanggil Senin (23/8) lalu.

"Sudah puluhan (yang ikut berpartisipasi). Dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, luar Jakarta dan (masih ada) proses. Di Yogyakarta juga ada," kata Mimim muralis kepada wartawan melalui Direct Message Instagram, Rabu (25/8/2021).

Tentang Gejayan Memanggil, pada bagian profil akun ini tertulis Aliansi Rakyat Bergerak-Political Organization. Selain itu, Mimin Muralis juga menjelaskan terkait gerakan Gejayan Memanggil.

"Seperti diketahui, Gejayan Memanggil merupakan aksi dan pernyataan sikap dari Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) yang terdiri dari mahasiswa, buruh, tani dan elemen masyarakat lainnya untuk memprotes kondisi negara belakangan ini. Seperti Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, kerusakan lingkungan, RUU Ketenagakerjaan, dan lain sebagainya," urai dia.

"Gejayan sendiri adalah salah satu nama kawasan di Kabupaten Sleman, DIY. Nama Jalan Gejayan lekat dengan peristiwa 8 Mei 1998 saat massa aksi yang mayoritas merupakan mahasiswa menuntut reformasi dipercepat," lanjut Mimin muralis.

Kembali soal lomba mural, Gejayan Memanggil menyampaikan para peserta bisa mengikuti lomba dengan karya yang diunggah di akun masing-masing peserta. Kemudian peserta harus mengirimkan pesan konfirmasi via Direct Message dengan kode 'Lomba Dibungkam'.

Dijelaskan Mimin, karya seni yang masuk akan diseleksi oleh tim dewan juri dengan syarat keberanian konten, menggambarkan semangat perlawanan, diapresiasi rakyat, dan tidak mengandung unsur SARA. Karya yang berhasil cepat dihapus oleh aparat menjadi nilai lebih bagi penilaian juri.

"Kriteria lain aparat merespons cepat untuk menghapus hasil karya mural peserta. Sebab penghapusan mural oleh aparat menjadi nilai lebih bagi penilaian juri untuk setiap karya yang akan ditetapkan sebagai pemenang," ungkapnya.

"Nah dengan adanya penghapusan mural tersebut bagi kami itu nilai penting karena mungkin muatannya sangat bermakna untuk rakyat hingga perlu disensor oleh negara," kata Mimin.

Sejauh ini, Mimin mengungkapkan sudah banyak karya mural yang dihapus aparat setempat. "Sudah banyak (yang dihapus)," katanya.

Dalam postingan highlight story Instagram @gejayanmemanggil mural yang sudah dihapus seperti di Semarang, Malang, Pemalang, dan Tangerang.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...