Corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit' di Solo Dihapus Petugas

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 16:18 WIB
Corat-coret Orang Miskin Dilarang Sakit #RIP Pemerintah muncul di Solo, Selasa (24/8/2021).
Corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit #RIP Pemerintah' muncul di Solo, Selasa (24/8/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Aksi corat-coret vandalisme yang berisi kritik dan menyinggung pemerintah terlihat di beberapa tembok di wilayah Kota Solo, Jawa Tengah. Salah satunya seperti yang terlihat di kawasan Jalan Kusumoyudan, Banjarsari.

Pantauan detikcom, Selasa (24/8/2021), tulisan-tulisan tersebut di antaranya berbunyi, '2021 Perang Tanpa Musuh' yang ditulis menggunakan cat semprot warna biru dan 'Pray For PKL, Indonesiaku Lagi Sakit'. Ada juga corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit #RIP Pemerintah' di bidang tembok toko yang terletak di pojok perempatan di Jalan Sutan Syahrir kawasan Pasar Legi.

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui siapa dan kapan corat-coret itu dibuat. Namun warga mengaku sudah melihat tulisan itu ada sejak beberapa hari yang lalu.

"Tidak tahu kapan tulisan itu ada, tidak memperhatikan tulisannya," kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (24/8/2021).

Satpol PP langsung bertindak dan langsung menutup tulisan yang terpampang di tiga tembok tersebut dengan cat warna krem hari ini. Kepala Satpol PP Kota Solo Arif Darmawan menyampaikan aksi tersebut menyalahi Perda nomor 10 tahun 2015.

Corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit #RIP Pemerintah' muncul di Solo, Selasa (24/8/2021).Corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit #RIP Pemerintah' muncul di Solo, Selasa (24/8/2021). Foto: dok Camat Banjarsari Solo

"Kami akan menindak (pelakunya) karena melanggar Perda. Kami tidak menanggapi isinya," ucap Arif kepada wartawan, hari ini.

Arif mengaku kecolongan atas kejadian ini. Selama ini, jajarannya fokus terhadap penertiban pelaksanaan PPKM.

"Kami agak lengah karena full di PPKM, sehingga untuk pengawasan agak kendor," tuturnya.

Dia juga menyampaikan, akan menggiatkan patroli rutin untuk mencegah berulangnya aksi vandalisme.

"Kami akan tingkatkan patroli dan melibatkan linmas dari kelurahan. Untuk vandalismenya kami mengarahkan kelurahan dan pemilik gedung untuk mengecatnya," tutup Arif.

(sip/ams)