ADVERTISEMENT

Polisi Bakal Panggil Koperasi GMG soal Kasus Deposito Miliaran Tak Cair

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 13:19 WIB
Indonesian Rupiah - official currency of Indonesia
Ilustrasi uang (Foto: Getty Images/iStockphoto/Yoyochow23)
Kudus -

Deposito senilai miliaran milik anggota Koperasi Simpan Pinjam Giri Muria Group (GMG) Kudus, Jawa Tengah yang tak bisa dicairkan kini diusut polisi. Pihak koperasi pun bakal dipanggil untuk dimintai klarifikasi soal deposito para anggotanya itu.

"Ya nanti ada rencana pemanggilan (saat ditanya terkait dengan pemanggilan pihak koperasi), untuk kita klarifikasi," kata Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David saat dihubungi, Minggu (22/8/2021).

David mengatakan sampai ini sudah ada enam anggota koperasi GMG Kudus yang melapor di Polres Kudus. Nilai deposito mereka secara keseluruhan mencapai Rp 1,2 miliar.

"Sudah ada laporan, itu masih kita lakukan penyelidikan juga. Ada enam orang, keseluruhan kita total ada Rp 1,2 miliar," terang dia.

"Enam orang ini melaporkan atas pribadi bukan kelompok. Jadi mereka lapor sendiri-sendiri," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan jika kasus tersebut sudah ditangani Polda Jawa Tengah. Rini mengungkap pihaknya sudah dua kali diperiksa dari kepolisian terkait dengan permasalahan tersebut.

"Sudah ditangani Polda Jateng, kami dinas pernah dimintai keterangan di polda tentang kegiatan AD-ART bagaimana kemudian akta pendirian seperti apa pada April 2021 lalu. Dari polda saya ke sana, kemudian polda ke kantor kemarin," jelas Rini ditemui wartawan, Rabu (18/8).

Rini mengatakan jika koperasi tersebut sudah bermasalah sejak tahun 2019. Hal itu terlihat dari keterlambatan laporan rapat anggota tahunan (RAT).

"Dari sisi tugas dan fungsi melakukan pembinaan juga sudah pengurusnya itu tidak berada di tempat. Pembinaan kita sudah mengundang juga sudah tahapan itu sudah kita lakukan, namun ini ditemui sulit," ungkapnya.

Rini menyebut program deposito yang dibuka KSP GMG Kudus itu menyalahi aturan. Menurutnya, deposito merupakan program perbankan dan bukan koperasi.

Di sisi lain, 15 anggota koperasi GMG menunjuk Yusuf Istanto sebagai pengacara mereka. Yusuf mencatat nilai deposito kliennya yang belum bisa dicairkan mencapai Rp 13 miliar sampai Rp 15 miliar.

(ams/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT