Hampir 100 Ribu Warga di Gunungkidul Mulai Terdampak Kekeringan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 09:26 WIB
Truk tangki yang disiapkan BPBD Gunungkidul untuk dropping air ke lokasi kekeringan, Senin (10/6/2019).
Truk tangki BPBD Gunungkidul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut telah menyalurkan sekitar 1.200 tangki air bersih kepada masyarakat. Hal itu karena hampir 100 ribu warga mulai terdampak kekeringan.

"Total warga terdampak kekeringan sebanyak 99.559 jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).

Hingga sekarang ada 10 kapanewon yang secara resmi mengajukan bantuan air bersih. Dua kapanewon di antaranya mengajukan bantuan cukup banyak.

"Sampai pertengahan Agustus, untuk penyaluran air ke masyarakat sudah mencapai 1.200 tangki. Paling banyak di Kapanewon Girisubo dan Rongkop," ujarnya.

Secara rinci, sekitar 400 tangki air sudah yang didistribusikan ke masyarakat di Kapanewon Girisubo, meliputi Kalurahan Balong, Karangawen, Jepitu, Nglindur, Tileng hingga Pucung. Sedangkan Kapanewon Rongkop menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan terbanyak ke dua dengan jumlah 288 tangki.

"Kedua wilayah itu saat ini menjadi fokus perhatian dari BPBD dalam penyaluran air bersih," katanya.

Edy menambahkan, hanya Kapanewon Karangmojo dan Playen yang terbebas dari krisis air. Sedangkan 16 kapanewon lainnya diprediksi akan terdampak musim kemarau.

"Penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan BPBD. Sebab, sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri," ucapnya.

(rih/rih)