Target Groundbreaking Rel Layang Joglo Solo Meleset, Ini Kata Gibran

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 21:00 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Target groundbreaking rel layang Joglo, Solo, meleset dari perkiraan. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan saat ini proyek masih dalam tahap sanggah terkait penanganan dampak sosial.

Beberapa waktu sebelumnya, Gibran menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Juli 2021. Gibran mengatakan masih ada beberapa warga yang mengajukan sanggahan.

"Masih ada beberapa sanggahan, tunggu dulu. Harusnya aman," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya, pemerintah tidak bisa memaksakan proyek dimulai. Dia menegaskan akan mengikuti proses demi proses hingga bisa memulai pembangunan proyek.

"Kita lewati semua prosesnya, dari awal A sampai Z," ujarnya.

Terpisah, Camat Banjarsari, Beni Supartono Putro, mengatakan masih ada 72 warga yang mengajukan sanggah terkait pengumuman hasil pendataan, verifikasi, dan validasi penanganan dampak sosial kemasyarakatan untuk penyediaan tanah.

Jumlah 72 warga itu tersebar di empat kelurahan. Ada 32 bangunan di Kelurahan Gilingan, satu bangunan di Kelurahan Joglo, 25 bangunan di Kelurahan Nusukan, dan 14 Kelurahan Banjarsari.

"Sanggahannya tidak urgen. Misalnya penghuni sudah menempati 15 tahun, tapi ditulis 5 tahun. Masalah luasan itu juga ada, tapi tidak banyak," kata Beni saat dihubungi wartawan.

Selanjutnya, petugas akan kembali melakukan verifikasi ulang sesuai sanggahan warga. Dia menegaskan bahwa hasil pengukuran yang akan dipakai ialah hasil verifikasi terakhir.

"Jadi kalau misalnya hasil pengukurannya lebih kecil, nanti akan dipakai yang terakhir ini. Ini nanti kita sampaikan secara tertulis lagi," kata dia.

Dia berharap proses ini segera selesai sehingga September nanti uang untuk penggantian dampak sosial bisa dicairkan. Selain itu, kata Beni, masih ada proses pengadaan lahan milik masyarakat yang masih harus dilakukan.

"Untuk target, kami belum bisa memastikan, karena selain penanganan dampak sosial, masih ada pengadaan lahan yang berjalan beriringan," tutupnya.

(mbr/rih)