Pura Mangkunegaran Gelar Tahlilan 7 Hari Wafatnya Mangkunegara IX

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 19:38 WIB
Jenazah KGPAA Mangkunegara IX tiba di Astana Giri Layu, Karanganyar. Sebelumnya jenazah KGPAA Mangkunegara IX disemayamkan di Ndalem Agung Pura Mangkunegaran.
Prosesi pemakaman KGPAA Mangkunegara IX (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Pura Mangkunegaran, Solo, menggelar tahlilan untuk mendoakan mendiang KGPAA Mangkunegara IX yang mangkat. Acara malam ini digelar sebagai peringatan tujuh hari wafatnya sang Pengageng Pura Mangkunegaran itu.

Plt Pengageng Kabupaten Mondropuro Pura Mangkunegaran Solo, Supriyanto Waluyo, mengatakan acara malam ini digelar secara sederhana. Acara tahlilan diikuti internal kerabat Mangkunegaran.

"Ini peringatan tujuh harian wafatnya KGPAA Mangkunegara IX. Hanya acara tahlilan biasa, mendoakan mendiang. Hanya internal saja," ujar Supriyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (18/8/2021).

Terkait suksesi takhta Mangkunegaran, Supriyanto memastikan belum ada rencana pembahasan dalam waktu dekat. Saat ini, kata dia, keluarga masih berduka atas meninggalnya Mangkunegara IX.

"Belum ada (rencana pembahasan). Ini kan masih berduka, masih menata hati masing-masing," ujar dia.

Supriyanto menuturkan tak ada batasan waktu untuk menentukan pewaris takhta Mangkunegaran. Dia menyebut keputusan berada di tangan keluarga.

"Tidak ada batasan, nanti tetap tergantung dari keluarga seperti apa," katanya.

Untuk diketahui, ada dua kandidat putra Mangkunegara IX yang berpeluang jadi penerus takhta. Mereka yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Paundra merupakan putra sulung Mangkunegara IX dari putri Bung Karno, Sukmawati Sukarnoputri. Paundra lahir pada 19 April 1979 dan menjadi salah satu kandidat pewaris tahta Mangkunegaran.

Nama Paundra tidak asing bagi sebagian orang, karena wajahnya sempat menghiasi layar kaca televisi di tahun 2003, yakni berperan di sejumlah sinetron, salah satunya 'Gita Cinta dari SMA'. Lulusan broadcasting Akademi Komunikasi Indonesia di Yogyakarta tahun 2000 ini memiliki jiwa seni yang besar. Selain seni peran, dia juga mendalami seni tarik suara, tari hingga batik.

Paundra pun pernah berkecimpung di dunia politik. Lulusan SMAN 1 Solo ini pernah menjadi anggota DPRD Solo periode 2009-2014 dari Fraksi PDIP. Akan tetapi dia dicopot dari anggota dewan karena dianggap kurang aktif.

Menjelang Pilkada Solo 2020, nama Paundra kembali muncul. Dia sempat digadang-gadang bakal menjadi wakil dari putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Namun wacana itu tidak menjadi kenyataan.

Sementara Bhre adalah putra bungsu Mangkunegara IX. Namun pria kelahiran 29 Maret 1997 itu adalah satu-satunya anak laki-laki dari permaisuri, Prisca Marina.

Berbeda dengan Paundra yang namanya sudah banyak dikenal, sosok Bhre masih belum diketahui masyarakat. Tak banyak pula informasi mengenai Bhre di dunia maya.

Di akhir usia ayahandanya, lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) ini diberi tugas penting. Dia bertanggung jawab dalam proyek renovasi Mangkunegaran yang sedang dilakukan pemerintah.

(ams/rih)