Terinspirasi Puan, Bakul Angkringan Pasang Baliho 'Kepak Sayap Empon-empon'

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 16:20 WIB
Baliho bakul angkringan Kepak Saya Empon-empon, Magelang, Rabu (18/8/2021).
Baliho bakul angkringan 'Kepak Saya Empon-empon', Magelang, Rabu (18/8/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang -

Seorang bakul atau penjual angkringan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memasang baliho untuk mempromosikan dagangannya dengan cara unik. Baliho yang dipasang tersebut terinspirasi baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

"Lebih ke terinspirasi (baliho Puan Maharani). Terinspirasi semoga juga viral dan banyak dibicarakan orang," kata bakul angkringan, Fajar Ali, kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (18/8/2021).

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu, pemasangan baliho dengan foto Ketua DPR RI Puan Maharani bertuliskan 'Kepak Sayap Kebhinnekaan' jadi sorotan publik. Fajar akhirnya memasang baliho dengan nuansa mirip dengan baliho bergambar Puan di depan gerbang masuk lokasi berjualannya sejak Kamis (12/8).

Baliho itu berukuran 2x3 meter bertuliskan wedangan Mas Ali 'Kepak Sayap Empon Empon'. Kemudian disertai fotonya dengan memakai ikat kepala dan di bawahnya ditulis namanya Mas Ali Bakul Angkringan. Sebagai latarnya, ada gambar jahe, daun salam dan serai.

Fajar Ali yang biasa disapa Alex Fajar ini mengatakan, angkringan wedangan ini baru dia buka kembali Kamis (12/8) setelah sebulan tutup karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Untuk itu, dia memasang memasang baliho untuk menarik pembeli.

"Mencari ide, apa ya biar orang kembali ingat dengan kami setelah tutup. Lagi viral baliho kepak sayap itu dengan banyak meme. Sepertinya menarik kalau kami ikut-ikutan. Berharap empon-empon mengepakkan sayap dan kembali ramai seperti sebelum pandemi," ujar Alex.

Alex menceritakan beratnya mempertahankan usaha angkringannya di tengah pandemi Corona. Apa lagi dia memiliki belasan orang karyawan.

"Berat, sangat berat. Bagaimana nasib 12 orang karyawan kami bisa menghidupi keluarga kalau kami tutup. Omzet sudah turun 75 persen selama lebih dari setahun karena pandemi karena tidak ada orang nongkrong lagi," ujarnya.

Belum lagi tak ada lagi live music yang biasanya menarik perhatian pembeli dan tak ada lagi pelanggan yang menggelar acara-acara khusus seperti arisan atau lainnya.

"Kami nggak mau menyerah, tapi sampai kapan harus menunggu kondisi normal lagi. Semua tidak jelas. Yang bisa kami lakukan hanya taat aturan dan semua ikut vaksin agar kondisi segera membaik. Kalau kondisi membaik kami berharap orang-orang akan kembali nongkrong menikmati wedang empon-empon," pungkasnya.

Simak Video: Baliho Berbau Pilpres Bertebaran, Ganjar Mau Ikut Pasang?

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)