Gibran Keliling Wilayah Sekitar Solo Bagi-bagi Oksigen Konsentrator

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 14:30 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama Bupati Klaten Sri Mulyani, Rabu (18/8/2021).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama Bupati Klaten Sri Mulyani, Rabu (18/8/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, membagikan 100 tabung oksigen konsentrator ke Kabupaten Klaten. Bantuan ke wilayah tetangga Solo itu disebut menekan angka kematian kasus COVID-19.

"Tadi pagi kami ke Sragen, hari ini kami dari Solo ke Klaten. Harapannya kota-kota se-Solo Raya ini bisa menekan angka kematian," kata Gibran kepada wartawan usai bertemu Bupati Klaten Sri Mulyani di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (18/8/2021).

Menurut Gibran, kebutuhan oksigen harus terpenuhi. Semua pihak harus bersiap untuk mengantisipasi jika kasus COVID-19 kembali naik.

"Apa yang sudah dilakukan Bu Bupati (Klaten) ini sudah sangat luar biasa sekali. Angka sudah melandai dan jika ada gelombang berikutnya kita sudah siap semuanya tapi kita berharap tidak ada gelombang selanjutnya," lanjut Gibran.

Gibran menyebut jika Klaten dan wilayah sekitarnya sehat maka Solo juga sehat, demikian juga sebaliknya.

"100 tabung. Nanti semua, kemarin kita ke Karanganyar, Sukoharjo, hari ini ke Sragen dan Klaten, besok ke Wonogiri dan Boyolali," imbuh Gibran.

Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan bantuan oksigen konsentrat itu akan digunakan di fasilitas isolasi terpusat (isoter) di tingkat kabupaten dan kecamatan.

"Kita akan serahkan ke lokasi isoter yang sudah kita siapkan di kabupaten dan kecamatan. Kasus PPKM di Klaten kan tertinggi sampai 5.815 sekarang sudah turun ada 1.090 kasus aktif, kasus harian juga turun, juga angka kematian," papar Mulyani kepada wartawan.

Mulyani berharap status wilayahnya segera turun ke level 3, 2, 1 atau bebas dari Corona. Untuk itulah diperlukan kerja sama dengan wilayah sekitar.

"Solo Raya ini harus saling menguatkan, gotong royong. Di Klaten rumah sakit banyak tapi bisa lari ke Solo atau ke Sukoharjo sehingga kita harus saling menguatkan," imbuh Mulyani.

(rih/sip)