Giliran Gibran Rakabuming Bicara Soal Suksesi Mangkunegaran

Ari Purnomo - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 17:08 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Senin (16/8/2021).
Walkot Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Suksesi penerus Pengageng Mangkunegaran sampai saat ini belum ada kepastian apakah akan diemban oleh GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara ataukah GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Saat ditanyai terkait hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tak akan mengintervensi.

"(Suksesi) Nanti biar pihak sana (Mangkunegaran) dulu yang menyelesaikan," ujar Gibran saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, terkait keputusan untuk pemilihan Pengageng Mangkunegaran merupakan ranah keluarga. Sehingga, untuk penentuan siapa yang akan menjadi Mangkunegara X sepenuhnya dari pihak keluarga Mangkunegaran.

"Maksudnya itu masalah internal Mangkunegaran, saya tidak intervensi," ucapnya.

Terkait dengan gelontoran dana dari APBD, orang nomor satu di Kota Solo itu menyampaikan akan koordinasi lagi. "Biar pihak keluarga berunding dulu," pungkasnya.

Seperti diketahui, sepeninggal Mangkunegara IX muncul spekulasi terkait sosok yang akan menggantikannya dalam memimpin Mangkunegaran. Semasa hidupnya, pemilik nama kecil Sudjiwo Kusumo itu menikah dua kali.

Pernikahan pertama dengan Sukmawati lahirlah GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GRA Putri Agung Suniwati (Menur).

Sedangkan pernikahan keduanya dengan Prisca Marina yang menjadi permaisuri, lahirlah dua anak yakni GRA Ancilla Sura Sudjiwo dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Paundrakarna sebelumnya juga sempat bicara soal suksesi di Mangkunegaran sepeninggal ayahnya. Paundra mengaku belum mengetahui siapa yang bakal menggantikan ayahandanya. Menurutnya, hal itu akan diputuskan melalui rapat keluarga besar.

"Siapapun yang jumeneng (bertakhta), kita berharap yang terbaik untuk Pura Mangkunegaran. Kita meneruskan konsep dan tradisi budaya dan kelangsungan hidup Pura Mangkunegaran khususnya kesejahteraan para abdi dan kerabat dan semua," ujar Paundra, saat ditemui detikcom usai prosesi pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu, Karanganyar, Minggu (15/8).

Paundra juga belum mengetahui kapan rapat ini digelar. Pihak Mangkunegaran saat ini masih fokus seputar pemakaman mendiang Mangkunegara IX.

Hal senada juga disampaikan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Bhre mengaku masih fokus dengan pemakaman ayahnya.

"Kalau itu mungkin porsinya bukan di kami ya. Itu bukan sesuatu yang kami bisa bicarakan sejujurnya, dan saya nggak bisa bicara banyak," ujar Bhre saat diwawancara terpisah.

"Saya juga kurang paham untuk itu, ya tentunya belum ada pembahasan, karena kita beberapa hari sebelum ini dan beberapa waktu setelah ini, fokus kami tetap di Romo, dan tentu kami hanya fokus yang terbaik untuk Romo," imbuhnya.

(sip/rih)