Kisah Ghazy, Bocah Mandiri yang Jadi Yatim Piatu Gegara COVID

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 19:56 WIB
Rebig Ghazy Pranatayudha (12) bocah yatim piatu di Pemalang. Ghazy menjadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal karena Corona.
Rebig Ghazy Pranatayudha (12) bocah yatim piatu di Pemalang. Ghazy menjadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal terpapar Corona. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Rebig Ghazy Pranatayudha (12), bocah SMP asal Pemalang, Jawa Tengah, kini menjadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal terpapar virus Corona atau COVID-19. Kedua orang tua Ghazy meninggal setelah sempat dirawat di RSU Bendan, Kota Pekalongan.

Bocah yang tinggal di Desa Gintung, Comal, ini kehilangan ayahnya Dwi Supriyadi (41) pada Jumat (6/8) lalu. Hanya berselang dua hari, sang ibu, Liz Kumala Dewi (39) yang merupakan guru PNS ini juga mengembuskan napas terakhirnya.

"Kalau di rumah saya ditemani rewang, terkadang ditemani nenek. Rumah nenek dekat kok sekitar 100 meter," ucap Ghazy saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/8/2021).

Ghazy yang saat ini duduk di kelas 7 SMP tinggal bersama asisten rumah tangganya, Siti Zulaekhah (34). Terkadang dia juga ditemani neneknya Sobriyah (62) yang jarak rumahnya terbilang dekat.

Kisah Ghazy pun mengundang simpati banyak pihak. Salah satunya Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo yang memberikan Ghazy hadiah perlengkapan sekolah dan mainan.

"Senang, saya tadi diajak Bapak Kapolres Pemalang membeli alat-alat sekolah dan mainan sesuai keinginan saya," cerita Ghazy riang.

Sementara itu, Ronny mengaku kedatangannya untuk memberikan semangat kepada Ghazy. Pihaknya juga berniat membantu pendidikan Ghazy lewat program 'Aku Sedulurmu' yang diinisiasi Polda Jateng.

"Kami datang ke sini di Desa Gintung, Comal, untuk menghibur seorang anak yatim piatu akibat COVID-19. Apalagi kami dan juga Polda Jateng mempunyai program 'Aku Sedulur Mu," terang Ronny.

Rebig Ghazy Pranatayudha (12) bocah yatim piatu di Pemalang. Ghazy menjadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal karena Corona.Rebig Ghazy Pranatayudha (12) bocah yatim piatu di Pemalang. Ghazy menjadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal terpapar Corona. Foto: Robby Bernardi/detikcom

Ronny mengatakan Ghazy dikenal sebagai bocah yang pandai. Sejak SD, bocah itu dikenal berprestasi dan selalu ranking 1 di kelasnya. Ronny pun memastikan Ghazy akan menerima bantuan pendidikan hingga jenjang SMA.

"Ya kita ke sini juga menghibur Ghazy, agar tetap semangat, tidak merasa sendirian. Karena kita akan selalu hadir untuk Ghazy," jelasnya.

Salah seorang anggota polisi juga berniat mengangkat Ghazy sebagai anak angkatnya dengan persetujuan keluarga. Sang nenek, Sobriyah menyebut cucunya itu termasuk anak yang mandiri.

"Sebelumnya belajar (daring), ditemani ibunya. Tapi kini cucu saya sudah mandiri. Sudah ikhlas menerima orang tuanya tidak ada," kata Sobriyah.

Sobriyah menyebut kemandirian cucu laki-lakinya ini terlihat saat Ghazy tidak mau diajak tinggal serumah dengan dirinya. Ghazy lebih memilih tinggal di rumah peninggalan orang tuanya dengan ditemani seorang asisten rumah tangga.

"Saya yang akhirnya memantau terus ke sini. Kebetulan rumah dekat," tuturnya.

(ams/rih)