17 Agustus Nanti, PDIP Terbangkan 73 Ribu Balon Berhadiah di Seantero Jateng

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 16:30 WIB
Contoh balon udara yang akan ditrerbangkan PDIP Jateng
Contoh balon udara yang akan ditrerbangkan PDIP Jateng. (Foto: Dok PDIP Jateng)
Semarang -

DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah merancang sebuah peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dengan cara unik. DPD dan seluruh DPC PDIP se-Jateng akan serentak melepas balon udara yang diberi banner hadiah. Masing-masing daerah melepas 27 ikat balon, setiap ikat berisi 76 balon.

"Serentak, satu jam setelah detik-detik proklamasi pada 17 Agustus nanti, DPD PDI Perjuangan Jateng dan 35 DPC PDI Perjuangan seluruh Jateng akan melepas balon udara ke angkasa. Ini ekspresi kegembiraan bersama," ujar Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, kepada detikcom, Kamis (12/8/2021).

Dasar pemikiran menggagas acara tersebut, kata Bambang, karena di masa pandemi dilarang ada kegiatan lomba-lomba menyambut HUT kemerdekaan RI. Karena itulah PDIP mengambil spirit dari lomba-lomba kampung tersebut yaitu kebersamaan, kegembiraan, dan hadiah, lalu disimbolkan dengan menerbangkan balon sebagai penanda ulang tahun.

Di setiap titik penerbangan di DPD dan DPC, akan dilepas 27 ikat balon, setiap ikat terdiri dari 76 balon. Setiap ikat yang diterbangkan akan diberi banner 'PDI Perjuangan' dan ditulisi jenis hadiahnya. Siapapun yang nanti mendapat banner tersebut, dia berhak mendapatkan hadiah dan silakan mengambil di kantor DPC PDIP yang menerbangkan.

"Kegembiraan, kebersamaan dan keserentakan inilah yang akan kami ambil. Di manapun banner berhadiah itu nanti jatuhnya, silakan yang dapat untuk mengambil hadiahnya di kantor DPD atau DPC yang tertera. Sekalian untuk semakin meneguhkan semangat kami bahwa kantor partai adalah rumah rakyat," ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.

Hadiahnya, kata Bambang, ada sapi, perkakas hingga uang. Sedangkan hadiah utama untuk masing-masing daerah masih dirahasiakan.

"Hadiah utama untuk masing-masing cabang, sangat menggiurkan, nanti kalau sudah dekat kami beri tahukan," ujar Bambang.


Selanjutnya: potensi gangguan penerbangan