Sekda Jepara Dibebastugaskan Gegara Tak Akur dengan Bupati?

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 14:10 WIB
Rapat Paripurna DPRD Jepara, Kamis (12/8/2021)
Rapat Paripurna DPRD Jepara, Kamis (12/8/2021) Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jepara -

Pembebastugasan Edy Sujatmiko sebagai Sekda Jepara juga disorot DPRD Jepara. Ketidakharmonisan antara Edy dengan Bupati Jepara Dian Kristiandi pun dipertanyakan.

"Apakah betul Sekda Jepara telah dibebaskan sementara dari jabatannya per tanggal 9 Agustus 2021?" tanya anggota DPRD Jepara, A Rofiq selepas paripurna di DPRD Jepara, Kamis (12/8/2021).

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma'arif yang juga menyoroti pembebastugasan Edy sebagai sekda. Haizul menyebut permasalahan yang ada bisa dibahas dengan kekeluargaan dan musyawarah.

"Kedua, saya kira soal pembebastugaskan sementara saya dengan di paripurna juga disebut bahwa itu sementara, artinya definitif masih Pak Edy Sujatmiko. Saya juga belum tahu indisipliner apa yang dimaksud seperti berita di media. Saya berharap semua bisa mengutamakan asas musyarawah dan kekeluargaan jika ada masalah tertentu," kata Haizul kepada wartawan di gedung DPRD Jepara siang ini.

"Kondusivitas daerah ini bisa terwujud terlebih masa pandemi COVID-19, ini bisa berharap bisa fokus dalam penanganan COVID-19. Saya yakin dengan kondusivitas masalah COVID-19 ini yang semakin hari tren Jepara semakin menurun," sambung dia.

Di sisi lain, Haizul mengaku sempat mendengar isu ketidakharmonisan antara Bupati Dian Kristiandi dengan Sekda Edy Sujatmiko. Dia pun menyarankan agar keduanya bisa membagi tugas dan bekerja sama.

"Dulu pernah dengar isu-isu (tidak harmonis) makanya saya juga komunikasi kepada bupati, memberikan saran kepada sekda kembali pada regulasi, pembagian wewenang sesuai dengan tugasnya insyaallah bisa, mudah-mudahan segera selesai. Saya sendiri masih bertanya-tanya, disiplin berat yang dimaksud apa," ungkapnya saat ditanya terkait isu yang pernah didengar.

"Saya memberikan saran proses masih jalan, keputusan diambil, saya belum tahu saya berharap ada mediasi dengan baik," tutur dia.

Haizul pun meminta Pemkab Jepara tidak larut dalam polemik pembebastugasan Sekda. Sebab, perlu sinergi untuk menangani pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Bahwa dengan musyawarah kekeluargaan kondusivitas ini tetap terjaga. Kita jangan larut masalah bersifat politik, kita fokus masalah di tingkat penanganan COVID-19 ini," jelasnya.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi irit bicara saat ditanya pembebastugasan Sekda Jepara. Andi sapaannya hanya membenarkan adanya Edy dibebastugaskan sebagai Sekda Jepara.

"Sama dengan informasi yang ada, jawabannya cukup itu," jawab Andi saat hadir di paripurna DPRD Jepara siang ini.

Selepas rapat paripurna DPRD Jepara, Andi pun langsung bergegas meninggalkan gedung wakil rakyat.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih belum mengungkapkan pelanggaran berat yang dilakukan Edy sebagai Sekda Jepara. Menurutnya saat ini Edy masih tahap awal pemeriksaan terkait dugaan melanggar disiplin kategori berat tersebut.

"Terkait dengan disiplin berat, saya belum berani membuka itu karena itu dalam rangka pemeriksaan," kata Kepala BKD Daerah Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan, saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Kamis (12/8).

(ams/mbr)