Tak Ada Moral! Ini Motif Para Pelaku Ajakan Penjarahan di Blora

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 20:53 WIB
Blora -

24 orang ditangkap polisi terkait provokasi ajakan kekerasan dan penjarahan di Blora, Jateng. Motif para pelaku melakukan hal itu adalah untuk meminta jatah dari para pemilik usaha.

"Motifnya sebenarnya adalah agar diperhatikan dan meminta jatah ke para pemilik usaha seperti diler motor, mobil, toko swalayan dan pabrik-pabrik," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto saat ditemui detikcom, Kamis (11/08/2021).

Setiyanto menjelaskan, dari pengakuan otak pelaku, hal itu dikarenakan kesulitan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Ekonomi serba sulit, pelaku yang merupakan dukun mengajak para pengikutnya untuk melakukan aksi tersebut. Para pelaku kebanyakan bekerja sebagai petani," terangnya.

Setiyanto mengatakan, dapat dipastikan otak pelaku dan para para pengikutnya itu bukanlah dari golongan sedulur Sikep yang mengamalkan ajaran dari Samin Suro Sentiko seperti yang tertulis dalam selebaran.

"Saya pastikan bukan dari golongan Sedulur Sikep. Itu hanya main klaim. Otak pelaku oleh masyarakat dikenal sebagai dhukun suwuk. Ajaran Samin tidak mengajarkan penjarahan," ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, selebaran ajakan melakukan kekerasan itu telah dicetak sebanyak 1000 lembar dan telah di sebar ke beberapa Kecamatan di Kabupaten Blora.

"Dari 24 orang yang telah diamankan ada 1 otak pelaku dan 2 orang berperan penting seperti menulis dan mencetak, sedangkan sisanya adalah ikut - ikutan dan hanya melakukan penyebaran selebaran. Tapi ini masih kita dalami lagi," Jelasnya.

Sebelumnya, Polres Blora menangkap 24 orang yang diduga terlibat dalam penyebaran selebaran ajakan untuk melakukan kekerasan dan penjarahan dengan menyebut nama 'Samin Surosentiko'.

"Kita amankan 24 orang. Dua di antaranya adalah dalangnya. Sisanya masih kita dalami sejauh apa keterlibatannya," kata Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Rabu (11/8).

Sementara itu tokoh Komunitas Sedulur Sikep (pengikut pemikiran Samin Surosentiko), Gun Retno, memastikan selebaran itu provokasi yang dibuat orang yang sama sekali tak paham dengan ajaran Samin Surosentiko.

(mbr/mbr)