Hoax! Provokasi Ajakan Penjarahan Atas Nama Sedulur Sikep di Blora

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 14:27 WIB
Blora -

Di Daerah Blora, Jateng, tersebar selebaran provokatif ajakan melakukan kekerasan dan penjarahan. Di bagian atas selebaran, tertulis nama 'Samin Surosentiko', tokoh penentang penjajahan Belanda di masa lalu. Polisi melakukan penyelidikan, sedangkan para pengikut pemikiran Samin memastikan selebaran itu dibikin orang tak kenal ajaran Samin.

Dalam selebaran itu, terdapat ajakan kerusuhan yang menyasar toko-toko milik etnis tertentu dan perusahaan milik luar negeri. Bahkan perbekalan senjata sudah dipersiapkan. Dalam selebaran itu ditulis, aksi akan dimulai hari Jumat Legi mendatang.

"Iya saya sudah mendengar. Ini kami sedang melakukan penyelidikan. Sudah ada tim yang diterjunkan," kata Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama saat dihubungi detikcom, Rabu (11/08/2021).

Wiraga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. "Saya menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. Sedangkan dari komunitas Samin sendiri juga sudah menyampaikan bahwa hal itu tidak benar," terangnya.

Kapolres juga mengaku saat ini sudah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku yang menyebar selebaran tersebut. "Ciri-ciri terduga pelaku sudah kita kantongi identitasnya. Tinggal menunggu waktu saja," ungkapnya.

Sementara itu tokoh Sedulur Sikep, Gun Retno dengan tegas memastikan selebaran itu provokasi yang dibuat oleh orang yang sama sekali tak paham dengan ajaran Samin Surosentiko, tokoh yang menjadi anutan Komunitas Sedulur Sikep.

Ajaran Samin Surosentiko, kata Gun, menganjurkan semua pengikutnya berlaku jujur, tidak berbuat iri dan dengki, antikekerasan (dilarang bertengkar) dan tidak boleh mengambil barang yang bukan miliknya.

"Saya menerima selebaran dari saudara-saudara di Kedungjambu, Ploso, dan saya juga mendapatkan kabar dari Whatsapp tulisan selebaran ini disebar dimana-mana. Di tulisan ini jelas tertulis mengatasnamakan Surosentiko Samin," kata Gun Retno dalam video penjelasan dalam bahasa Jawa yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh detikcom.

"Di selebaran ini jelas ini provokasi mengajak menjarah, mengatakan berangkat senjata sudah disiapkan, menyasar toko-toko dan lain-lainnya. Ini menandakan ada provokasi-provokasi dan itu tidak benar," tegasnya.

(mbr/mbr)