ADVERTISEMENT

Tahan Diri Lur! Seluruh DIY Masih PPKM Level 4 hingga 16 Agustus

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 09:20 WIB
Poster
(Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Penurunan positivity rate dan kasus positif di DIY ternyata tak membuat penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Seluruh kabupaten/kota di DIY masih harus menerapkan PPKM Level 4.

"Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bupati/Wali kota untuk wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria level 4 (empat) yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 30 tahun 2021, Senin (9/8/2021).

Dalam Inmendagri tersebut, kata Tito, DIY sebagai satu wilayah aglomerasi Yogyakarta, tak masuk dalam kriteria uji coba penerapan protokol kesehatan (prokes) di pusat perbelanjaan atau mal.

Menanggapi Inmendagri tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji memastikan, akan mengikuti. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama dengan kabupaten-kota bertekad untuk menjaga momentum tren penurunan kasus positif dan peningkatan kasus sembuh di DIY.

"Untuk kelonggaran, kami akan mengikuti instruksi pusat dengan melihat perkembangan situasi COVID-19 di DIY," kata Aji.

Aji menegaskan, belum akan memberikan kelonggaran aktivitas perekonomian di DIY yang berujung blunder atau peningkatan kasus positif Corona. "Belum (melakukan pelonggaran)," katanya.

Seperti telah diberitakan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X belum berencana untuk membuka pembatasan aktivitas ekonomi. Sultan tetap yakin dengan kondisi saat ini, ekonomi DIY tetap tumbuh, mengingat pada kuartal kedua tahun ini ekonomi DIY tumbuh 11,7 persen.

"Aktivitas perekonomian, saya kira masih tetap sama ya, pembatasan masih kita lakukan. Seperti BLT, kita membantu koperasi, kabupaten/kota melakukan hal yang sama. Ya polanya masih seperti itu. Bukan berarti Yogya tidak ada pertumbuhan," kata Sultan usai rapat koordinasi bersama Bupati dan Wali Kota di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Senin (9/8).

Ia menjelaskan, meski tetap ada pembatasan ekonomi, ia optimis DIY tetap akan ada pertumbuhan ekonomi. Sebab, salah satu indikator pendorong roda ekonomi dari belanja pemerintah baik APBN, APBD provinsi, APBD Kabupaten/Kota dan APBDes tetap dibelanjakan.

"Karena dari semua APBN kabupaten/kota dan provinsi, prosentase hanya sebagian yang untuk menangani COVID-19. Berarti apa, program-program pembangunan kan tetap ada," jelas Sultan.

Sultan menegaskan, saat kuartal kedua 2021 ini, perekonomian di DIY tumbuh jauh di atas kuartal pertama yang hanya 6,8 persen. Bahkan, dengan pertumbuhan nasional 7,07 persen juga jauh di atasnya, yaitu 11,7 persen.

"Tapi mungkin perlu diketahui, kuartal kedua yang akan diumumkan (BI) besok, 11,7. Lebih tinggi dari kuartal 6,8 persen," jelasnya.

(mbr/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT