Luhut Target Vaksinasi Yogya Rampung 100% September, Sultan Bentuk Satgas

Heri Susanto - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 15:21 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi Vaksin Pfizer (Foto: AP/Oded Balilty)
Yogyakarta -

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan seluruh warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah vaksinasi COVID-19 pada September 2021. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X bersama dengan Kabupaten dan Kota se-DIY membentuk Satgas Vaksinasi untuk memenuhi target tersebut.

"Satgas Vaksinasi dengan harapan bisa mempercepat vaksinasi. Prinsip itu yang bisa dilakukan. Dengan vaksinasi, sehingga kami ingin mengurangi kondisi kurang bagus, masih tingginya kematian," kata Sultan, usai rapat koordinasi dengan Bupati dan Wali Kota se-DIY di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Senin (9/8/2021).

Saat ditanya target vaksinasi rampung 100 persen pada September nanti seperti diungkapkan Luhut, Sultan mengaku optimis target tersebut bisa terealisasi. Dengan adanya Satgas Vaksinasi ini proses penyuntikan vaksin bisa jemput bola.

"(Jemput bola) Akan dilakukan ke RT/RW langsung lewat kabupaten/kota. Untuk memobilisasi tenaga dari TNI/Polri dan Puskesmas tenaganya cukup," jelasnya.

Ia mengatakan, vaksinasi jemput bola ini, selain untuk memenuhi target 100 persen, juga untuk mengurangi penularan di lingkungan dan keluarga yang menjadi faktor penularan tertinggi di DIY.

"Sebagian besar organisasi asosiasi (vaksinasi) kurang efektif. Langsung saja, sarang penularan di keluarga dan tetangga langsung saja. Di Sleman dan Kota (Yogyakarta) sudah dilakukan di kelurahan," imbuh Raja Keraton Yogyakarta ini.

Ia mengungkapkan, teknis vaksinasi ini akan dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat di kelurahan dari masing-masing RT/RW. Bahkan, bagi yang tidak memungkinkan untuk hadir, Satgas Vaksinasi bisa menyuntikkan vaksin ke rumah-rumah.

"Ngumpulke (mengumpulkan) to, tapi kan kelurahan. Kecuali difabel, tidak bisa datang. Datangi ke rumahnya," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...