ADVERTISEMENT

28 Anak di Klaten Jadi Yatim Piatu Akibat Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 14:58 WIB
Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir, Sabtu (7/8/2021).
Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir, Sabtu (7/8/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang berkepanjangan menyebabkan 28 anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menjadi yatim piatu. Kedua orangtua puluhan anak itu meninggal terpapar Corona.

"Ada 28 anak yang yatim piatu. Mereka dari 17 keluarga yang meninggal karena COVID-19 dengan kategori anak di bawah 18 tahun," jelas Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir, pada detikcom Sabtu (7/8/2021).

Data tersebut menurut Nasir, merupakan laporan sementara dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Angkanya disebut bisa bertambah sebab pendataan masih berlangsung.

"Itu laporan sementara, ini pendataan masih dilakukan. Kita berharap tidak bertambah dan tidak ada lagi yang menjadi yatim piatu dan semua masyarakat sehat," lanjut Nasir.

Setelah pendataan selesai, terang Nasir, Pemkab Klaten akan mengupayakan solusi untuk menjamin masa depan anak-anak tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan lembaga lain terkait kondisi ini.

"Tentu tidak bisa Dinsos sendiri tetapi akan melibatkan lembaga lain, misalnya yang menangani kesehatan, pendidikan, pendampingan dan lainnya," papar Nasir.

"Anak tersebut merupakan anak rentan sehingga diutamakan pendampingan, lalu kepastian dapat KIS, kepesertaan Bansos PKH atau PKH, dan lainnya," sambung Nasir.

Salah satu anak yang menjadi yatim piatu di Klaten yakni M (10) yang merupakan warga Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. M yatim-piatu setelah sang ibu, S (42) dan ayah ST (47) meninggal dunia positif Corona.

"Ibunya, sesuai kejadian waktu itu memang meninggal positif COVID dan disusul bapaknya tanggal 5 Juli lalu. Kita sudah koordinasi dengan desa untuk penanganan," terang Plt Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti pada detikcom.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT