Gembiranya Masih Bisa Berjumpa Penguasa Angkasa Gunung Merbabu

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 14:25 WIB
Gunung Merbabu
Gunung Merbabu (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) melakukan monitoring satwa prioritas Elang Jawa. Hasilnya pun menggembirakan. Tim masih menjumpai satwa dilindungi yang dilindungi tersebut.

Kepala BTNGMb, Junita Parjanti, mengatakan hasil monitoring tim menjumpai beberapa ekor Elang Jawa, di salah satu blok atau area hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Hanya saja, populasi burung bernama latin nisaetus bartelsi itu tidak banyak.

"Dua induk dan satu anak (hasil monitoring)," kata Junita Parjanti kepada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Dikatakan Junita, monitoring dilakukan sejak awal Juni 2021 lalu. Monitoring dilakukan BTNGMB bersama tenaga ahli Raptor Indonesia (RAIN) dan petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH).

"Elang Jawa merupakan salah satu potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Taman Nasional Gunung Merbabu," jelasnya.

Kegiatan berlangsung selama lima hari. Ada tiga lokasi atau area monitoring yang berbeda di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Saat itu, tim menjumpai seekor individu dewasa Elang Jawa sedang tengger di pohon Kesowo (Engelhardia serrate) yang tidak jauh dari sarang yang dijumpai tahun 2020 lalu.

Saat itu juga dijumpai Elang jawa muda dan dewasa sedang terbang berputar. Tim monitoring juga menjumpai jenis raptor lainnya, seperti Elang Hitam, Sikep-madu Asia dan Alap-alap Sapi.

Pekan kemarin, tim kembali melakukan monitoring satwa prioritas Elang Jawa tersebut. Monitoring kali ini merupakan kelanjutan dari monitoring pada bulan Juni lalu. Tim memfokuskan monitoring di salah satu blok atau area tempat Elang Jawa menetap.

"Hasil tim monitoring selama 5 hari ternyata masih dijumpai individu Elang Jawa dewasa yang tidak jauh dari perjumpaan pada bulan Juni," terang dia.

Elang Jawa tersebut dijumpai setiap hari selama monitoring. Baik saat elang jawa terbang berputar (soaring), terbang meluncur (gliding) dan mobbing atau saling berebut dengan jenis Elang Hitam, serta saat sedang bertengger di pohon Kesowo (Engelhardia serrate) yang cukup jauh dari lokasi petugas.

"Ini mengindikasikan bahwa habitat dan ekosistem hutan di area monitoring mendukung Elang Jawa untuk berkembang biak dengan baik," ujarnya.

Tim juga masih menjumpai jenis raptor lainnya, yaitu Elang Hitam dan Alap-alap Sapi.

"Monitoring rutin dan patroli kawasan dilakukan oleh petugas Taman Nasional Gunung Merbabu untuk memastikan keamanan dan kelestarian satwa prioritas. Kerjasama dengan para pihak pun terus ditingkatkan," tandasnya.

(mbr/sip)