Round-Up

Marak Baliho Puan: Ganjar-FX Rudy Merespons, Biro Iklan Panen Pesanan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 08:23 WIB
Baliho dan billboard Puan Maharani di Kota Solo, Rabu (4/8/2021).
Salah satu baliho Puan Maharani di Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Baliho Puan Maharani yang muncul di mana-mana menimbulkan banyak pertanyaan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun kembali terseret dalam isu Capres 2024.

Blokir nama Ganjar

Hal itu berawal dari pernyataan Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno yang meyakini bahwa merebaknya baliho Puan Maharani adalah langkah untuk membendung Ganjar Pranowo melenggang di bursa Capres 2024.

"Dengan adanya baliho yang diwajibkan oleh partai atau oleh anggota dewan PDIP, ini untuk menunjukkan secara terbuka PDIP untuk 2024 tentu mengusung Puan. Sekaligus secara perlahan ingin membungkam dan mengunci suara publik yang selalu mengaitkan Ganjar dengan Pilpres 2024," ujar Adi kepada wartawan, Senin (2/8/2021).


Lalu apa kata Ganjar?

"Halah jare sapa (kata siapa)?" kata Ganjar saat menjawab pertanyaan wartawan terkait hal itu, sembari masuk ke mobilnya usai meninjau tempat isolasi Corona terpusat di SDN Cemara Dua, Solo, Rabu (4/8).


FX Rudy tak tahu siapa yang pasang

Baliho Puan Maharani juga terlihat banyak dipasang di Solo. Namun Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tidak tahu siapa yang memasang. Dia menduga bahwa tim Puan sendiri yang memasang.

"DPC saya nggak masang kok," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Rabu (4/8).

"Itu tim dari beliau mestinya. Saya nggak masang kok," lanjut mantan Wali Kota Solo itu.

Rudy juga menyebut dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan Puan maupun timnya terkait pemasangan billboard. Dia hanya tahu tiba-tiba sudah banyak yang terpasang.

"Nggak ada (komunikasi). Satu, nggak pernah ada komunikasi tentang hal itu. Kedua, kita tahu-tahu dah ada yang masang," tutupnya.


Panen order baliho

Pemilik salah satu perusahaan jasa iklan di Solo, Gage Design, Bambang Nugroho alias Bambang Gage, mengaku menerima pesanan baliho dan billboard Puan Maharani sebanyak 201 titik. Lokasinya tersebar di Sumatera, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Total di saya itu ada 201 titik (baliho dan billboard Puan). Di Aceh ada 5 titik, Sumatra Barat ada 2 titik, Yogyakarta 12 titik, lainnya di Jawa Tengah. Kalau di Solo saja ada 45 titik," kata Bambang Gage saat dihubungi detikcom, Rabu (4/8).

Bambang menyebut pesanan datang dari berbagai pihak. Namun dia enggan menyebutkan identitas pemesan.

"Ada dari anggota DPR RI, kepala daerah," kata dia.

Terkait biaya pemasangan, dia menampik jika disebut mendapat kucuran dana sampai ratusan miliar rupiah. Meski tidak menyebut angka pasti, dia menyebut kisaran harga baliho dan billboard di tempatnya antara Rp 11 juta hingga Rp 12 juta per bulan.

"Harga baliho di Aceh itu sama dengan harga billboard di Solo, karena di sana medannya berbeda, sehingga biaya lebih mahal. Apalagi kalau pesan banyak dan sedang pandemi, ya harganya pasti ada potongan," katanya.


Ada juga baliho Airlangga

Tak hanya baliho Puan Maharani, baliho Ketum Golkar Airlangga Hartarto juga banyak dipasang di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ketua DPD Golkar Brebes Teguh Wahid Turmudi menyebut pemasangan baliho ini sebagai sosialisasi Airlangga capres 2024.

"Tujuannya memang menyosialisasikan keputusan partai soal pencapresan Ketum Golkar. Ini sebagai pemanasan capres menghadapi Pilpres 2024," kata Teguh di kantor DPD Golkar Brebes, Rabu (4/8/2021).

Teguh menerangkan partai berlambang beringin ini memang mencalonkan Airlangga sebagai capres pada Pilpres 2024 mendatang. Sehingga baliho-baliho Airlangga itu dipasang sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

"Keputusan terkait dengan pencapresan ketua, maka daerah wajib mengenalkan ketua partai kepada masyarakat melalui pemasangan baliho. Diperintahkan setiap dapil kabupaten satu baliho ukuran besar di tempat strategis," terang dia.

(bai/mbr)