Semarang Sumbang Kematian Corona Tertinggi, Walkot Ungkap Kondisi Objektif

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 21:51 WIB
Makna Episenter Pandemi yang Kini Disematkan ke Indonesia
Foto: Ilustrasi kasus virus Corona (Edi Wahyono)
Semarang -

Satgas Penanganan COVID-19 pusat menyebut Kota Semarang, Jawa Tengah, masuk sebagai penyumbang tingginya angka kematian pasien virus Corona. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, angkat bicara.

Hendi, sapaannya, mengatakan kasus kematian Corona di Kota Semarang per harinya menurun namun memang masih tinggi.

"Kalau bicara akumulatif masih tinggi. Tapi hari-hari berjalannya PPKM ini sudah mulai turun. Saya minta kawan-kawan seluruh masyarakat Kota Semarang yang hari ini sedang sakit segera lakukan swab, tidak usah ditunda," kata Hendi kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Hendi menjelaskan masyarakat tak perlu takut karena jika memang terpapar bisa segera ditangani sehingga tidak terlambat. Karena tidak sedikit kasus pasien Corona yang dibawa ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah.

"Kadang ada yang ngomong takut, kadang ngomong flu biasa, kadang ngomong typhus. Lakukanlah swab, kalau negatif alhamdulillah tinggal obati penyakit yang saat itu diderita. Kalau itu positif segera datang ke dokter, puskesmas atau isolasi terpusat. Supaya cepat dirawat, diatasi dan jadi sembuh," ujar Hendi.

"Persoalannya sering kali datang telat, swab tidak mau. Begitu sesak, datang, saturasi rendah," imbuhnya.

Pengalaman tingginya kasus COVID-19 dan kematian pada beberapa pekan lalu, lanjut Hendi, diharapkan bisa menjadi pengalaman untuk melakukan antisipasi sehingga angka kematian bisa ditekan.

"Jadikan pengalaman kita supaya kemudian ke depan penanganan jadi lebih dini lagi sehingga tidak mengakibatkan kematian. Testing jalan terus, maka ada pertambahan terus kasus COVID," katanya.

Dari data https://siagacorona.semarangkota.go.id diketahui total kasus Corona sejak pertama pandemi hingga saat ini di Kota Semarang ada 82.694 kasus, yang sembuh ada 75.756, dan yang meninggal ada 6.027. Untuk kasus positif hari ini ada 911 kasus yang terdiri dari 575 warga Semarang dan 336 warga luar Semarang.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Dewi Aisyah dalam diskusi yang disiarkan BNPB, Rabu (4/8/2021), mengungkap sejumlah provinsi yang menjadi penyumbang angka kematian tertinggi selama bulan Juli.

"Di bulan Juli, provinsi penyumbang angka kematian tertinggi dari Jawa Tengah, diikuti Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta. Jadi kalau kita lihat lima provinsi di pulau Jawa memang menyumbangkan angka kematian tertinggi di bulan Juli," kata Dewi Aisyah.

"Di level kabupaten/kota siapa sih yang menyumbang angka kematian tertinggi bulanan. Penyumbang angka kematian tertinggi berasal dari Kota Semarang, diikuti dengan Jakarta Timur. Kemudian Garut, Jakarta Barat, Karawang, Jakarta Selatan, Kota Balikpapan, Sleman, dan Jombang. Kurang lebih sepuluh besarnya," tuturnya.

Simak video 'Kasus Mingguan Covid-19 di RI Turun 5%, Kematian Naik 28%':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)