Terjadi Lagi, Ambulans Jenazah Corona di Klaten Diteror Lemparan Batu

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 16:11 WIB
Mobil ambulans jenazah TKC Karanganom yang dilempar batu. Foto diambil Selasa (3/8/2021)
Mobil ambulans jenazah TKC Karanganom yang dilempar batu. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Insiden teror lempar batu ke ambulans pengangkut pasien virus Corona atau COVID-19 di Klaten kembali terjadi. Kali ini mobil ambulans tim kubur cepat (TKC) Kecamatan Karanganom, Klaten dilempari batu orang tak dikenal saat membawa jenazah pasien COVID.

"Kita bawa jenazah dari RS Panti Rapih Yogyakarta ke Desa Brangkal sekitar jam 23.00 WIB melintas depan Gedung Wanita Semangkak Jalan Mayor Kusmanto. Kita pakai ambulans jenazah diikuti mobil keluarga," kata sopir ambulans, Hartono (47) pada wartawan di Posko TKC Karanganom, Selasa (3/8/2021).

Hartono menerangkan saat melintas suasana jalan yang dilewati sepi dan tidak ada kendaraan yang melintas. Tiba-tiba ada benturan keras dari kap mobil.

"Suaranya dukkk, cukup keras. Lemparan dari arah kanan padahal waktu itu tidak ada rombongan apapun yang melintas," terang Hartono.

"Jalan sepi dari arah samping kanan. Saat kejadian kita cuma berdua, rotator dan sirine menyala sebab membawa jenazah," sambung dia.

Hartono mengaku tidak sempat mengejar pelaku pelemparan batu. Dia khawatir jika mengejar pelaku teror lempar batu itu, justru akan menyebarkan Corona.

"Kita karena pakai APD dan bawa jenazah kita kondisikan jenazah dulu serta keluarga. Takutnya kalau kita mengejar yang melempar malah menyebar virus COVID," ucap Hartono.

Setelah jenazah selesai dikuburkan, Hartono dan timnya kembali ke posko. Setiba di posko mereka memutuskan untuk melapor ke polisi.

"Dari Polsek Karanganom kita ke Polsek Klaten Utara tapi diarahkan ke Polsek Kota sebab wilayahnya Polsek Kota. Jadi kita lapor Polsek Kota, kerusakan cuma penyok samping kanan," sambung Hartono.

Diwawancara terpisah, Ketua Posko Kebencanaan Kecamatan Karanganom, Wahyu Adi Pratomo, mengatakan ada bekas lemparan batu di mobil ambulans. Wahyu menyebut tidak ada relawan yang terluka.

"Tidak ada yang luka tapi rusak karena mobil berjalan sehingga lemparan keras. Setelah selesai tugas pemakaman, tim melaporkan ke Polsek," kata Wahyu pada detikcom.

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo menambahkan pihaknya telah menyelidiki kasus itu. Eko mengaku telah memerintahkan Reskrim untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Kita sudah terima laporan, kita selidiki. Motifnya juga masih kita selidiki dan tadi sudah saya minta Kasatreskrim menyelidiki kejadian itu," kata Eko Prasetyo pada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, ambulans milik Lazismu PC Muhammadiyah Cawas, Klaten, dilempar batu orang tak dikenal (OTK) saat menjemput pasien, pada awal Juli lalu. Peristiwa itu juga sempat viral di media sosial.

Simak juga 'Cerita Para Pengawal Ambulans, Berkuda Besi di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)