Hari Terakhir PPKM Level 4, BOR Isolasi RS Corona Bantul Capai 93%

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 16:36 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja, Senin (2/8/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi, Senin (2/8/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Memasuki hari terakhir PPKM level 4, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) isolasi pasien virus Corona atau COVID-19 mencapai 93,12 persen. Sedangkan BOR perawatan intensif atau critical bed Corona saat ini 87,18 persen.

"BOR tinggi tapi tidak terlalu penuh," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja saat ditemui di Kantor Dinkes Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (2/8/2021).

Pria yang kerap disapa Gus Bud ini melanjutkan bahwa dia berharap BOR di Bantul akan terus terkendali dan semua pasien bisa mendapatkan perawatan. Mengingat dalam waktu dekat beberapa rumah sakit rujukan COVID-19 menambah kapasitas tempat tidur.

"Masih tinggi (BOR) iya, tapi tidak semua penuh. Sehingga kalau ada kegawatan masih bisa dirujuk, ini juga semoga bisa segera tambah ICU dan ruang rawat agar semakin terurai," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus menyebut penambahan kasus Corona harian di Bantul selama PPKM level 4 mengalami penurunan.

"Jadi data kita menunjukkan seminggu ini sudah terjadi tren penurunan, termasuk untuk kasus kematian. Jadi alhamdulillah mudah-mudahan ini berlanjut dan kasus bisa terus menurun lalu bisa semakin mengurai rujukannya (pasien ke rumah sakit rujukan COVID-19)," urai dia.

Tak hanya itu, dia juga menyebut jika kasus kematian berstatus COVID-19 harian di Bantul mengalami penurunan. Hal itu karena TNI Polri memobilisasi masyarakat untuk melakukan isolasi terpusat

"Memang masih banyak yang isoman, dan ini mulai dengan Polres, Kodim mobilisasi (warga yang isoman) untuk memanfaatkan keberadaan shelter yang ada," ucapnya.

"Yang jelas kita selalu mendorong agar shelter dimanfaatkan. Meski shelter gejala sedang kan tidak bisa mobilisasi ke shelter tapi harus di rumah sakit, untuk itu kita harap penambahan kapasitas segera terealisasi," lanjut Agus.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menyebut terjadi penurunan BOR di shelter Kabupaten Bantul. Menurutnya hal itu karena pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan mengalami penurunan.

"Untuk BOR di shelter Kabupaten 70 persen, jadi bisa dikatakan pasien yang masuk shelter Kabupaten sudah mulai berkurang," kata Sri Wahyu saat ditemui di tempat yang sama.

Sedangkan secara rinci, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul Sapta Adisuka Mulyatno menguraikan data jumlah bed isolasi pasien COVID-19 di Bantul saat ini sebanyak 349. Menurutnya jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai kebutuhan penanganan kasus.

"Untuk BOR isolasi yang tersedia di rumah sakit rujukan COVID-19 ada 349 dan saat ini terpakai 325. Jadi BOR isolasi 93,12 persen," kata Sapta saat dihubungi detikcom hari ini.

Sedangkan untuk BOR perawatan intensif, Sapta mengaku mengalami penurunan cukup signifikan. Menurutnya, hal tersebut karena banyak pasien bergejala ringan dibandingkan bergejala sedang atau berat.

"Kalau untuk (tempat tidur) perawatan intensif ada 39 dan sudah terisi 34. Jadi untuk BOR intensif sudah 87,18 persen," ujarnya.

Perlu diketahui, hingga Minggu (1/8/2021) pukul 15.30 WIB kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 468 sehingga total menjadi 42.824 kasus. Selain itu ada 535 warga yang dinyatakan sembuh, sehingga total kasus pulih dari COVID-19 di Bantul berjumlah 28.346 orang.

Sedangkan untuk pasien meninggal kemarin bertambah 12 orang sehingga total menjadi 1.000 kasus. Selain itu, pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang menjalani isolasi dan perawatan dokter ada 13.496 orang.

(sip/rih)