Bengkel di Klaten Ini Berbagi Oksigen-Pinjamkan Mobil untuk 'Ambulans'

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 13:25 WIB
Sutarto saat mengisi tabung oksigen salah seorang warga yang datang ke bengkelnya di Klaten, Senin (2/8/2021)
Sutarto saat mengisi tabung oksigen salah seorang warga yang datang ke bengkelnya, Senin (2/8/2021) Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Bengkel mesin untuk produksi usaha kecil menengah (UKM) di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah berbagi oksigen gratis kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan yang dinamakan Sambang Warga ini dimulai karena prihatin usai tetangga meninggal karena kehabisan oksigen.

"Kita prihatin, dulu ada warga sini yang kesulitan oksigen. Warga tetangga itu akhirnya meninggal dunia," ujar pemilik bengkel HNS Putra Bersaudara, Sutarto (50) kepada detikcom, Senin (2/8/2021).

Sutarto mengatakan setelah peristiwa itu dirinya tergerak menyisihkan enam dari tujuh tabung oksigennya untuk digunakan untuk membantu warga. Keenam tabung oksigen itu dia isi dengan oksigen medis.

"Mungkin banyak orang belum tahu kalau oksigen medis itu sama untuk industri. Begitu banyak warga kesulitan oksigen ada yang sampai meninggal kita bergerak," papar Sutarto.

Sutarto menyebut di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini pihaknya juga kesulitan mendapatkan oksigen untuk kebutuhan industri. Meski begitu, dia lebih tergerak untuk membantu tetangganya yang membutuhkan.

"Oksigen dikurangi, ditarik banyak ke medis. Tapi apa ya hanya untuk cari untung saja sementara satu nyawa sesama itu kan berharga," cetus Sutarto.

Sutarto menyebut oksigen itu dia dapatkan dari hasil melobi distributor dan akhirnya disetujui untuk warga yang membutuhkan. Sejak seminggu kegiatan ini berjalan, sudah puluhan tabung yang diisi.

"Sudah puluhan tabung kita isi gratiskan tidak hanya lokal. Ada juga dari luar kecamatan Ceper, misalnya Kecamatan Bayat, Kemalang, Karangdowo dan lainnya yang jaraknya cukup jauh," terang Sutarto.

Sutarto bercrita banyak juga warga yang datang malam-malam untuk mengisi tabung oksigen. "Jam paling rawan mencari oksigen itu malam hari di atas jam 22.00 WIB. Jumlahnya yang kita isi tidak mesti tapi kalau tabung besar 3-6 meter kubik harus menunggu dulu," imbuh Sutarto.

Tak hanya pengisian oksigen, Sutarto menyebut bengkelnya juga meminjamkan mobil untuk dijadikan ambulans. Mobil itu bisa digunakan untuk mengangkut pasien atau jenazah.

"Kita adakan ambulans juga karena kita prihatin sulitnya warga mencari ambulans. Kita beli dari Ciamis, dan bisa digunakan untuk pasien atau jenazah," terangnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya..