Round-Up

Akhir Damai Acara Pisah Sambut Kapolres Rembang yang Viral Langgar PPKM

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 08:05 WIB
Rembang -

Acara pisah sambut Kapolres Rembang menjadi viral di media sosial setelah direkam dan diunggah menjadi story WhatsApp. Kini, kasus tersebut berakhir damai.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menjelaskan, atas kejadian viralnya video tersebut kemudian pihak kepolisian resor Rembang memanggil sebanyak 6 orang, 3 diantaranya merupakan perekam video.

Dalam pemanggilan tersebut, muncul fakta bahwa sang perekam video melakukan tindakan itu murni karena spontanitas. Sang perekam pun mengakui tidak paham betul susunan acara sehingga terjadi disinformasi ketika merekam video.

"Sudah selesai. Berdasarkan hasilnya, tidak ada proses hukum atau dugaan lainnya yang mengarah pada unsur pidana. Dan yang bersangkutan pun sudah meminta maaf atas apa yang terjadi ini," terang Dandy ditemui detikcom di kediamannya, Minggu (1/8).

"Jadi bahasa kami lakukan pemeriksaan, itu adalah kami meminta keterangan detil kepada para perekam video tersebut. Dan memang, mereka melakukan ini atas dasar spontanitas, dan memang tidak terencana. Atas dasar ketidak tahuan mereka dan mungkin memang karena luapan emosi ya," lanjutnya.

Dandy menjelaskan, pemanggilan para perekam video tersebut dalam rangka dimintai keterangan kronologi awal perekaman video tersebut bisa terjadi. Hal itu untuk mencari kejelasan atas kejadian viral hingga menimbulkan kegaduhan tersendiri.

"Jadi awalnya mereka ini mendengar ada acara di pendopo, kemudian melihat. Dan saat itulah secara spontan mengucap bahwa pukul 20.30 WIB acara baru mulai. Karena memang itu murni ketidaktahuan sang perekam, sampai menjadi viral," katanya.

"Saya mengapresiasi karena masyarakat telah memiliki kepedulian tinggi terhadap Kabupaten Rembang. Apapun itu memang menjadi koreksi kita bersama," sambungnya.

Sementara itu, Purgiyati salah seorang perekam video, mengaku tak menyangka video yang ia buat itu menjadi viral. Bahkan ia sendiri pun tak menyangka sampai harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Rembang, buntut dari videonya tersebut.

"Jadi saya buat video tersebut, lalu saya posting di story WA. Karena saya sendiri pun tidak punya Facebook. Gak menyangka bisa seviral ini. Saya memohon maaf karena kegaduhan ini," jelasnya.

Selama menjalani pemeriksaan di Mapolres Rembang, Purgi mengaku ia dan para saksi yang diperiksa, mendapat perlakuan yang layak dan dijamu oleh pihak kepolisian. Hanya saja, di sela pemeriksaan ia mengaku didatangi oleh seseorang.

"Di sela pemeriksaan, saya didatangi sama orang. Nah kemudian saya disebut bahwa ini ada yang nyuruh sehingga jadi viral. Saya menegaskan, bahwa ini dilakukan secara spontanitas, melihat keramaian," katanya.

"Memang seorang emak-emak ya, kan gemes melihat ada acara dilakukan di tengah aturan yang tidak memperbolehkan ada digelar hajatan. Spontan bikin video itu. Justru dikira ini ada yang menyuruh, ditunggangi segala macam, saya mohon, agar tidak ada yang memanfaatkan entah dari pihak mana pun, karena justru memperkeruh suasana," lanjutnya.

(mbr/mbr)