Round-Up

5 Fakta Terbaru Geger Isu Pungli Pemakaman Corona di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 09:03 WIB
Ilustrasi pemakaman COVID
Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Solo -

Isu adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pemakaman jenazah COVID-19 di Solo masih berlanjut. Pihak keluarga almarhum hingga kepolisian turut angkat bicara soal dugaan pungli pemakaman ini.

Berikut fakta-fakta terbaru terkait dugaan pungli pemakaman COVID-19 di Solo.

1. Bermula informasi relawan

Informasi dugaan pungli muncul dari seorang relawan pemulasaraan jenazah di Solo, BA. Dia mengaku sudah beberapa kali menemukan sendiri kasus dugaan pungli. Dia juga mendengar hal serupa dari relawan lainnya.

"Banyak keluarga pasien yang diminta bayar Rp 5 juta sampai Rp 9 juta untuk biaya makam. Padahal saya tahu betul aturan di TPU Bonoloyo, Daksinoloyo, dan yang lainnya, semua biaya ditanggung pemerintah," kata BA saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7/2021).

Dia mencontohkan kejadian beberapa waktu lalu ketika hendak mengantar jenazah pasien Corona ke permakaman. Keluarga bercerita dimintai uang Rp 6 juta, namun ditawar menjadi Rp 5 juta.

"Sudah terlanjur dikasih DP Rp 2 juta. Saya bilang nggak usah diminta dulu (yang terlanjur diberikan), tapi besok temui pengelolanya (permakaman) untuk mengurus itu," kata dia.

2. Gibran sebut transaksi di luar petugas

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menjelaskan bahwa proses transaksi dilakukan bukan dengan petugas resmi. Kejadiannya pada malam hari dan dilakukan dengan warga sekitar makam.

"Pemakaman dilakukan bukan oleh tenaga dari petugas resmi. Waktu pemakaman pada malam hari, dilakukan ahli waris tanpa melalui petugas makam atau juru kunci tetapi ke warga sekitar. Dan menurut keterangan yang kami terima, jenazah terkonfirmasi COVID-19," kata Gibran.

Gibran mengatakan bahwa pemakaman dengan prosedur COVID-19 selama ini tidak dikenai biaya. Sementara untuk pemakaman normal dikenakan biaya Rp 150 ribu.

Gibran juga menyebut adanya kemungkinan bahwa biaya tersebut merupakan kesepakatan dalam pembuatan kijing. Namun dia memastikan bahwa persoalan itu akan diselesaikan.

3. Keluarga akui beri uang untuk kijing

Keluarga jenazah mengakui memberi uang Rp 5 juta kepada warga sekitar makam. Namun uang itu digunakan sebagai biaya pembuatan kijing.

"Tidak ada pungli. Itu kita minta untuk dibuatkan kijing sekalian," kata perwakilan keluarga, Inu Indrayana usai proses mediasi di TPU Daksinoloyo, Sabtu (31/7).

Menurutnya, biaya yang cukup besar itu diberikan karena keluarga memakamkan jenazah pada tengah malam. Inu mengaku memberi uang sebagai bentuk apresiasi.

"Kita mengedepankan tepo seliro. Kita minta pemakaman malam itu juga, diselesaikan malam itu juga, apa nggak bayar? Kita juga nggak enak, bapaknya juga kerja sampai malam, itu penggalian jam 10 (malam) selesai pukul 02.30 WIB (dini hari)," katanya.

"Kita sebagai manusia, manusiawi kan kalau ngasih apresiasi," imbuhnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya...