Isu Pungli Pemakaman Corona di Solo, Keluarga Beri Rp 5 Juta untuk Kijing

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 21:44 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pemakaman Corona (Edi Wahyono)
Solo -

Pihak keluarga jenazah COVID-19 yang dikabarkan menjadi korban pungutan liar (pungli) dalam proses pemakaman di Solo angkat bicara. Keluarga mengakui memberi uang Rp 5 juta kepada warga sekitar makam untuk biaya pembuatan kijing.

"Tidak ada pungli. Itu kita minta untuk dibuatkan kijing sekalian," kata perwakilan keluarga, Inu Indrayana, usai proses mediasi di TPU Daksinoloyo, Sabtu (31/7/2021).

Menurutnya, biaya yang cukup besar itu diberikan karena keluarga memakamkan jenazah pada tengah malam. Inu mengaku memberi uang sebagai bentuk apresiasi.

"Kita mengedepankan tepa selira. Kita minta pemakaman malam itu juga, diselesaikan malam itu juga, apa nggak bayar? Kita juga nggak enak, bapaknya juga kerja sampai malam, itu penggalian jam sepuluh (malam) selesai setengah tiga (dini hari)," katanya.

"Kita sebagai manusia, manusiawi kan kalau ngasih apresiasi," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang relawan pemulasaraan jenazah di Solo, BA, mengaku sudah beberapa kali menemukan sendiri kasus dugaan pungli. Dia juga mendengar hal serupa dari relawan lainnya.

"Banyak keluarga pasien yang diminta bayar Rp 5 juta sampai Rp 9 juta untuk biaya makam. Padahal saya tahu betul aturan di TPU Bonoloyo, Daksinoloyo, dan yang lainnya, semua biaya ditanggung pemerintah," kata BA saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7).

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, pun sudah merespons adanya informasi tersebut. Menurutnya, ada hal-hal yang perlu diluruskan.

"Terkait informasi adanya pungutan liar di TPU Danyung (Daksinoloyo), beberapa hal perlu diluruskan," kata Gibran dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/7).

Gibran menjelaskan bahwa proses transaksi dilakukan bukan dengan petugas resmi. Kejadiannya pada malam hari dan dilakukan dengan warga sekitar makam.

"Pemakaman dilakukan bukan oleh tenaga dari petugas resmi. Waktu pemakaman pada malam hari, dilakukan ahli waris tanpa melalui petugas makam atau juru kunci tetapi ke warga sekitar. Dan menurut keterangan yang kami terima, jenazah terkonfirmasi COVID-19," kata Gibran.

Gibran mengatakan bahwa pemakaman dengan prosedur COVID-19 selama ini tidak dikenai biaya. Sementara untuk pemakaman normal dikenakan biaya Rp 150 ribu.

(bai/rih)