Bangkit dari Corona

'Isoman Iso', Jaringan Sosial Bantu Pasien COVID-19 di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 13:59 WIB
Bantuan yang akan didistribusikan oleh Isoman Iso bagi warga isoman di Magelang Raya.
Bantuan yang akan didistribusikan oleh Isoman Iso bagi warga isoman di Magelang Raya (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Banyak cara yang dilakukan untuk membantu sesama warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar virus Corona atau COVID-19. Salah satunya dilakukan jaringan kerja 'Isoman Iso' di Magelang, Jawa Tengah. Mereka membantu kebutuhan warga isoman sesuai yang diperlukan.

Adapun latar belakang berdirinya jejaring kerja Isoman Iso karena pada awal Juni 2021 terjadi lonjakan kasus Corona. Saat itu, rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang (Magelang Raya) penuh. Hal ini memaksa pasien terkonfirmasi harus dirawat dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tak hanya orang tanpa gejala (OTG), orang-orang dengan gejala ringan sampai dengan berat melakukan isoman di rumah.

Bermula dari persoalan inilah beberapa komunitas mencoba untuk ikut merespons keprihatinan ini dengan membentuk sebuah jaringan kerja bernama 'Isoman Iso'.

Jaringan kerja Isoman Iso terdiri dari beberapa komunitas antara lain Jawilan Kemanusiaan, Berbagi Nasi Magelang (Bernas Magelang) dan Jamaah Kopdariyah.

Mereka yang tergabung dalam Isoman Iso ini dengan latar belakang profesi berbeda, ada karyawan BUMD, pengasuh pondok pesantren, dokter, ASN, perangkat desa, pegiat sosial, relawan kesehatan jiwa dan lain sebagainya.

"Awalnya kami hanya mem-back up teman-teman yang isoman. Kemudian tiga minggu kemarin ngobrol, diskusi akhirnya kita mencoba membuat sebuah jejaring kerja Isoman Iso," kata Koordinator Isoman Iso, Adhang Legowo, saat ditemui di sekretariat, Dusun Nepak RT 06/RW 01, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (30/7/2021).

Isoman iso ini sebelum mendistribusikan kebutuhan barang terlebih dahalu berupaya untuk mendapatkan data warga yang isoman. Mereka menyebarkan formulir melalui google form di-share di jejaring WhatsApp (WA). Selanjutnya, warga yang isoman diminta untuk mengisi data tersebut.

Untuk data yang diisi antara lain mengenai mata pencaharian, kebutuhan yang diperlukan saat isoman. Selain itu, ada juga mengenai status bekerjanya saat isoman bagaimana dan lainnya. Kemudian, ditanyakan pula selama isoman sudah di-back up Satgas Jogo Tonggo atau belum.

"Dari data itu, mereka menulis tentang kebutuhan. Ada isian-isian tertentu misalnya mata pencaharian, kerjanya apa, dalam masa isolasi itu penghasilan berhenti atau tidak. Kita prioritaskan yang benar-benar berhenti sama sekali tidak punya penghasilan. Apakah sudah di-back up sama Satgas Jogo Tonggo," katanya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...