Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah, Pemkot Solo: Kalau Corona Gratis

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:51 WIB
Ilustrasi pemakaman COVID
Foto: Ilustrasi pemakaman COVID (Edi Wahyono)
Solo -

Dugaan pungutan liar (pungli) terjadi dalam pemakaman jenazah virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo, Jawa Tengah. Pemkot Solo menegaskan pemakaman jenazah COVID-19 gratis.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Solo, Taufan Basuki, mengatakan dugaan pungli tersebut tidak mungkin dilakukan petugas. Dia menduga pungli dilakukan oleh warga yang kerap beraktivitas di permakaman.

"Itu kan orang-orang di luar dinas, warga yang tunggon (menunggui) di makam. Kalau COVID gratis, pakai protokol COVID," kata Taufan saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7/2021).

Taufan meminta agar laporan ini tidak tergesa-gesa dianggap sebagai pungli. Menurutnya, bisa saja pihak keluarga diminta bayaran terkait pembangunan kijing atau nisan.

"Ada kemungkinan minta dikijing, mungkin transaksi sendiri dengan orang-orang tunggon itu. Atau mungkin karena malam hari, keluarga tidak bisa menghubungi juru kunci," katanya.

Taufan mengatakan masyarakat juga harus memahami biaya perawatan pasien COVID-19 ditanggung pemerintah. Dia meminta masyarakat menghubungi langsung ke juru kunci makam ketika ingin memakamkan jenazah.

"Harusnya langsung menghubungi juru kuncinya. Jangan lewat orang-orang itu," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pungli pemakaman jenazah COVID ini terungkap dari cerita relawan pemulasaraan jenazah di Solo, berinisial BA. Dia mengaku menemukan sendiri dan mendengar hal serupa dari relawan lainnya. Tarif pungli itu pun sekitar Rp 5-9 juta untuk biaya makam.

"Banyak keluarga pasien yang diminta bayar Rp 5 juta sampai Rp 9 juta untuk biaya makam. Padahal saya tahu betul aturan di TPU Bonoloyo, Daksinoloyo, dan yang lainnya, semua biaya ditanggung pemerintah," kata BA saat dihubungi wartawan, hari ini.

(ams/rih)