Geger 'Petugas Puskesmas' Minta Foto Payudara Peserta Vaksin Berakhir Damai

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 20:32 WIB
Pers rilis kasus orang mengaku petugas Puskesmas Teras dan minta foto payudara peserta vaksin, di Mapolres Boyolali.
Pers rilis kasus orang mengaku petugas Puskesmas Teras dan minta foto payudara peserta vaksin, di Mapolres Boyolali (Foto: Istimewa/dok. Satreskrim Polres Boyolali)
Boyolali -

Pelaku yang mengaku petugas Puskesmas Teras, Boyolali, dan meminta foto payudara peserta vaksin sudah terungkap. Kasus yang sempat viral di media sosial itu akhirnya berakhir damai dan tak diproses hukum.

"Sudah damai, yang mengirim chat WA kepada dua perempuan peserta vaksin sudah minta maaf. Dengan fakta seperti itu kita kedepankan proses secara persuasif, jadi kita tidak bicara terkait dengan pembuktian pidana, tapi karena sudah ada langkah seperti itu, ya kita upayakan persuasif, kita restorative justice. Selesai," kata Kanit Tindak Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, Kamis (29/7/2021).

Dijelaskan Joko, pelaku yang mengirimkan chat WA kepada kedua korban yakni berinisial N (47). Pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, itu akhirnya meminta maaf kepada dua perempuan yang dia mintai foto payudara dan organ intim.

Diketahui, kasus tersebut viral di media sosial hingga akhirnya polisi turun tangan. Polisi melakukan koordinasi dan memintai keterangan dari Puskesmas Teras dan sejumlah instansi yang lain. Juga kepada dua orang peserta vaksin yaitu inisial L (25) dan N (25) yang mendapat WA dari pelaku yang mengaku petugas Puskesmas Teras tersebut.

"Setelah kita klarifikasi, ketemulah sama orang yang mengirim WA yang mengaku petugas Puskesmas Teras itu. Ternyata orang ini (pelaku) masih satu rekan kerja dengan dua orang peserta vaksin. Masih satu kantor di salah satu perusahaan di Solo," jelas Joko.

Dari keterangan N, bahwa dia menghubungi kedua korban melalui chat WA, dalihnya hanya iseng dan bercanda saja. Pasalnya mereka merupakan teman satu kantor, sehingga pelaku memiliki nomor kontak smartphone korban.

"Jadi terkait data peserta vaksin itu aman, tidak bocor," ujar Joko.

Pelaku N akhirnya juga sudah minta maaf kepada L dan N. Dia juga telah mendatangi Puskesmas Teras untuk meminta maaf. Pihak Puskesmas akhirnya memaafkan, tetapi minta pelaku membuat klarifikasi ke media.

N juga mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja. Kasus ini pun tidak dilanjutkan ke proses hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah foto tangkapan layar rekaman percakapan WhatsApp (WA) yang mengaku petugas Puskesmas Teras, Boyolali dengan seorang peserta vaksin COVID-19, viral di media sosial. Pelaku yang mengaku petugas Puskesmas itu meminta foto payudara dan bagian intim korban dengan dalih pemantauan kesehatan pasca vaksin.

(rih/mbr)