Hii! Ular Kobra 1,5 Meter Nyelonong Masuk Rumah Warga di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:53 WIB
Ular kobra Jawa yang ditangkap Relawan RCTD di Desa Tulas, Klaten, Rabu (28/7/2021).
Ular kobra Jawa yang ditangkap Relawan RCTD di Desa Tulas, Klaten, Rabu (28/7/2021). (Foto: dok. RCTD)
Klaten -

Seekor ular kobra bikin geger setelah nyelonong masuk rumah warga di Dusun Gandekan, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah. Kobra tersebut panjangnya 1,5 meter.

"Ular indukan kobra Jawa. Dievakuasi di rumah Perwito tetangga saya," kata Penasihat Relawan Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Klaten, Eko Santoso, kepada detikcom, Rabu (28/7/2021).

Eko menceritakan, kejadian ular kobra masuk rumah tersebut dilaporkan warga sekitar pukul 16.00 WIB. Pemilik rumah lari keluar dan meminta tolong.

"Orangnya lari ketakutan melihat ular, pintu ditutup lalu meminta tolong," jelasnya.

Menurut Eko, ular kobra tersebut indukan karena panjang mencapai 1,5 meter.

"Jelas indukan, panjang 1,5 meter, satu ekor. Rumah memang dekat sawah dan ada sungai di depan tapi cuma 1,5 meter lebar sungainya," paparnya.

Saat dievakuasi, ular tersebut berada di gudang dalam rumah. Kemudian saat ditangkap, ular sempat bereaksi secara liar.

"Ular bersembunyi di gudang dan saat ditangkap mendesis karena masih liar. Tapi akhirnya bisa kita evakuasi tanpa ada yang terluka," ujar Eko.

Dugaan sementara ular itu berasal dari sekitar rumah atau sungai. "Kita masukkan sak plastik. Kondisinya masih sehat dan belum ada ular yang lainnya tapi perlu waspada," imbuh Eko.

Terpisah, Janu Wahyu Widodo dari Exotic Animal Lovers (Exalos) Indonesia menjelaskan kobra Jawa memiliki ciri tertentu. Panjang ular dewasa bisa mencapai 1,5 meter.

"Panjang 1,5 meter, warna cokelat-hitam. Postur tubuh pendek gemuk dan bila terprovokasi akan memipihkan rusuk membentuk tudung," ucap Janu kepada detikcom.

Janu menyebut kobra merupakan jenis binatang yang mudah beradaptasi saat siang maupun malam.

"Kobra merupakan ular yang sangat mudah beradaptasi, baik siang maupun malam. Musim kawin antara Mei-Agustus," imbuh Janu.

(rih/ams)