Kasus Baru Corona di DIY Nanjak Lagi, Sultan Siapkan 2 Jurus Ini

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:05 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Kasus baru virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali naik hingga lebih dari dua ribu kasus dalam dua hari ini. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyiapkan dua langkah khusus mengatasi tersebut.

"Vaksin ini mengurangi yang positif. Hasil studi di DKI, yang (sudah divaksin) positif (COVID-19) sangat berbeda. (Vaksin) Salah satu cara mengurangi mereka yang positif," kata Sultan, disela meninjau vaksinasi di Siti Hinggil, Kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (27/7/2021).

Sultan mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian di DKI Jakarta tersebut, pihaknya pun menargetkan akhir Juli ini, sekitar 2,8 juta atau 50 persen warga DIY telah divaksin. Kemudian, bulan Agustus pihaknya akan mengejar vaksinasi massal agar target 70 persen bisa terealisasi.

"Lebih dari 50 persen target sampai bulan Juli terpenuhi. Ditambah lagi bulan Agustus, jadi kalau tidak diselesaikan sulit (menekan kasus positif)," jelas Sultan.

Solusi kedua, menurut Raja Keraton Yogyakarta ini, adalah dengan memindahkan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk pindah ke shelter isolasi terpusat.

"Sama memindahkan mereka yang positif yang isoman harus dipindahkan ke shelter terpusat," katanya.

Selama warga positif Corona di DIY masih memilih isoman di rumah, kata Sultan, kasus positif dan kematian sulit terkontrol. Penyintas positif COVID berpeluang menulari anggota keluarga maupun tetangganya jika tetap berada di rumah.

"Karena isoman di rumah tidak terkontrol, masyarakat memperkirakan dirinya sendiri. Supaya turun kasus positif," jelasnya.

Sultan menyebut tingkat positivity rate di DIY mencapai 26 persen lebih. Dengan positivity rate tersebut, menurut Sultan, vaksinasi tak akan efektif.

"Target herd immunity, selama tidak bisa menurunkan yang positif sangat jauh dari WHO. Karena harus 5 persen (positivity rate). Kami masih 26 sekian (persen). Jadi masih fluktuatif, harus di bawah 5 persen," terang dia.

Terkait pemindahan warga positif COVID ke shelter isolasi terpusat, Pemda DIY bakal mengerahkan Satgas Isoman yang diketuai Komandan Korem 072/Pamungkas. Pembentukan Satgas Isoman ini sesuai dengan arahan dari Menteri Koordinasi Maritim dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Satgas Isoman akan segera dibentuk, isinya ada dokter, perawat, dan dipimpin langsung Danrem (Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Kemantren Danurejan, Senin (26/7).

Aji menyebut Satgas Isoman ini bakal berkeliling ke seluruh wilayah DIY dan berkoordinasi dengan puskesmas. Tim satgas akan memantau kondisi panyintas virus Corona yang tengah menjalani isoman.

"Keliling ke seluruh DIY. Ya, intinya mereka memantau kondisi penyintas isoman. (Kondisinya) Baik atau tidak, jika memang harus dirawat ke rumah sakit, segera dilakukan," jelasnya.

Simak video 'DIY Targetkan Vaksinasi Capai 70% pada September':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)