UIN Yogya Akan Beri Gelar Doktor HC ke Paus Fransiskus-Grand Syekh Al Azhar

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 14:31 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (7/3/2018).
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Foto: dok. detikcom)
Yogyakarta -

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, berencana memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) kepada sejumlah tokoh agama dunia. Dua orang yang akan diberi gelar Doktor (HC) adalah Paus Fransiskus, Vatikan, dan Grand Syekh Al Azhar, Mesir.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin, saat dimintai konfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan berbagai persiapan. Ia pun meminta dukungan serta doa agar rencana ini segera terealisasi.

"Ini masih belum, masih zikir dulu, doakan saja ya. Nanti saatnya akan kita kerja samakan. Doakan saja ini masih terlalu dini," kata Al Makin kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Dikatakannya, pihaknya telah mengajukan rencana ini ke berbagai pihak. Termasuk kepada Menteri Agama dan beberapa pejabat terkait.

"Kita sudah ajukan, dan yang kita ajukan alhamdulillah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Semoga ini mendapat pengaruh pada tingkat nasional dan internasional," ucapnya.

Al Makin menyebut, Mensesneg Pratikno mendukung dengan memfasilitasi kepanitiaan dari Sekretariat Negara (Setneg). Dukungan, kata Al Makin, juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang secara pribadi mendukung dan sudah melakukan pertemuan dengan Kedubes Vatikan dan Kedubes Mesir.

"Kami dari pihak UIN Suka (Sunan Kalijaga) Yogya sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Mensesneg, Menlu dan pihak terkait. Semua menyambut baik untuk pemberian gelar kehormatan ini," kata Al Makin.

Dijelaskannya, pemberian gelar kehormatan ini bisa secara virtual atau menghadirkan langsung dua tokoh agama tersebut.

"Terkait teknis pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bisa dengan Zoom, atau dengan menghadirkan kedua tokoh agama dunia ini ke Indonesia. Jika kedua tokoh agama dunia ini berkenan hadir di Indonesia, akan memberi impact luar biasa bagi dunia internasional," tambah Al Makin.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada prinsipnya mendukung dan mendorong rencana pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) kepada kedua tokoh agama dunia ini. Tentu dengan memperhatikan regulasi yang ada, agar tidak ada yang mempersoalkan di kemudian hari.

"Kehati-hatian itu jauh lebih penting. Jika sesuai regulasi, secara administrasi bisa diberi gelar kehormatan, saya mendorong ini untuk ditindaklanjuti," kata Gus Yaqut dalam keterangannya.

Bagi Gus Yaqut, pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bagi tokoh agama dunia ini sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 sebagai tahun toleransi.

"Ini nyambung dengan pencanangan Presiden pada 2022 sebagai tahun toleransi. Pemberian gelar kehormatan kepada kedua tokoh, momentumnya sangat kuat. Menghadirkan kedua tokoh di Indonesia menjadi opsi pertama," tambah Gus Yaqut.

Untuk itu, Gus Yaqut meminta kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Dirjen Pendis mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

"Media Kemenag siap membantu, agar resonansi dan keinginan ini berjalan dengan baik," pungkasnya.

Simak juga 'DIY Targetkan Vaksinasi Capai 70% pada September':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)