Tren Kasus Harian Turun, Boyolali Kini Jadi Zona Kuning Corona

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:20 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus harian dan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan virus Corona atau COVID-19 di Boyolali, Jawa Tengah, menunjukkan tren penurunan. Dengan tren ini, Kabupaten Boyolali kini masuk ke zona risiko rendah atau zona kuning.

"Iya, sejak dua hari terakhir, Boyolali masuk zona risiko rendah atau zona kuning dengan skor indeks kesehatan masyarakat (IKM) 2,45," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Lina menyebut penilaian IKM itu berasal dari penilaian puncak kasus tertinggi. Puncak kasus tertinggi di Boyolali sekitar 2.900-an kasus sehingga jika penambahan kasus berikutnya berada di bawah angka itu dinilai membaik.

"Meski kalau dilihat angka mutlaknya masih cukup besar," jelas dia.

Tren penurunan kasus harian Corona di Boyolali juga terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya itu, tingkat kesembuhan Corona juga meningkat, meski kasus kematian juga grafiknya meningkat.

Dia menyebut tren penurunan kasus ini berdampak positif pada BOR di rumah sakit rujukan COVID di Boyolali. Sejak Minggu (25/7) kemarin, BOR pasien Corona di Boyolali berada di angka 64 persen.

Untuk diketahui, ketersediaan bed di delapan RS rujukan COVID-19 di Boyolali sebanyak 391 bed. Dari jumlah tersebut terisi 251 tempat tidur. Sementara itu, bangsal RS yang penuh di ICU dengan ventilator RSUD Pandan Arang (RSPA) dengan 6 tepat tidur, ICU di RS Hidyaah 2 tempat tidur, dan ICU RSUD Simo dengan 2 tempat tidur.

"Dengan dikuranginya mobilitas masyarakat bisa menurunkan angka kasus positif kemudian yang mondok (dirawat) di RS juga mulai berkurang. Hanya PR kami angka kematiannya masih tinggi," kata Lina.

Sementara itu, update kasus COVID-19 di Boyolali per hari ini pukul 14.07 WIB, terdapat tambahan kasus baru sebanyak 313 kasus. Kemudian untuk kasus aktif sebanyak 2.072 dengan rincian 327 pasien dirawat dan 1.745 pasien menjalani isolasi mandiri.

Lalu pasien yang telah dinyatakan sembuh bertambah 261 dan hari ini, dan ada 30 kasus meninggal. Lina menjelaskan meski masuk kategori zona kuning, Boyolali masih menerapkan PPKM level 3.

(ams/rih)