Malam-malam Panglima TNI Blusukan ke Bantul, Ada Apa?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 20:32 WIB
Marsekal Hadi Tjahjanto
Marsekal Hadi Tjahjanto di Bantul 24/7/2021. (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)
Bantul -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, DIY, Sabtu (24/7/2021) malam. Bersama Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, Panglima meninjau Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC).

"Memastikan kesiapan menerima isolasi terpusat. Karena seperti kita ketahui bersama kasus aktif (COVID-19) di Indonesia masih tinggi," kata Hadi saat di RSLKC Bantul, Sabtu (24/7/2021) malam.

Hadi mencontohkan, ketika 2 pekan setelah Idul Fitri tahun 2021 kasus aktif COVID-19 naik begitu cepat. Oleh sebab dia berharap hal serupa tidak boleh terjadi pasca Idul Adha.

"Dengan pengalaman tersebut kita harapkan setelah Idul Adha ini kasus aktif jangan sampai naik seperti peristiwa Idul Fitri. Karena itu kita harus bersama-sama, seluruh elemen, seluruh komponen tidak terkecuali untuk bersama-sama bekerja keras menghadapi COVID-19 ini," ujarnya.

Karena itu, TNI/Polri terus melaksanakan tracing, vaksinasi dan pembagian obat. Selain itu pihaknya telah melaksanakan menyediakan tempat isolasi mandiri dan tempat isolasi terpusat.

"Tracing adalah jadi kunci untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk meyakinkan apakah di setiap Puskesmas sudah ada tenaga tracing untuk menerima informasi, notifikasi dari Dinas Kesehatan ke Puskesmas. Setelah itu akan kita lakukan tracing kontak erat dengan wawancara," ujarnya.

Setelah 4-5 hari dilakukan PCR karena masa inkubasi itu 4-5 hari, jika memang positif kita siapkan perawatan sesuai klasifikasinya. Namun jika tidak positif diperbolehkan lagi beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara sangat ketat.

"Untuk itu kesiapan isolasi terpusat seperti di Bambanglipuro ini perlu disiapkan untuk menampung masyarakat yang terdampak, baik ODG (orang dengan gejala) sedang ringan dan berat," katanya.

"Oleh sebab itu pentingnya malam hari ini saya melihat secara langsung isolasi terpusat dan di Bantul ini sudah memiliki isolasi terpusat baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan. Sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan bisa menampung masyarakat," lanjut Hadi.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito mengatakan, bahwa tempat isolasi terpusat ini telah memenuhi syarat. Selanjutnya, kata Ganip, keberadaan RSLKC Bantul perlu dilanjutkan.

"Dan jika ada hal-hal yang perlu dukungan kami silakan dikomunikasikan," ucapnya.

(mbr/mbr)