Gus Najih Putra Mbah Moen Dipolisikan Gegara Hoax 'Vaksin Pembantaian Massal'

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 18:55 WIB
Poster
Ilustrasi viral di media sosial (Foto: Edi Wahyono)
Semarang -

Muhammad Najih Maimoen atau Gus Najih, kakak Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, dipolisikan oleh Barisan Kesatria Nusantara (BKN). Pelaporan itu terkait pernyataan Gus Najih yang sebut vaksin sebagai alat pembunuhan massal.

Video pernyataan Gus Najih yang kontroversial tersebut beredar di media sosial dan pesan WhatsApp. Namun saat berita ini ditulis, video berdurasi 2 menit 36 detik yang sempat diunggah beberapa akun Instagram itu sudah sulit ditemukan.

Dari video yang diterima detikcom, pernyataan Gus Najih soal vaksin itu menyebut Indonesia mendukung pembantaian massal. Bahkan vaksin yang diberikan ke presiden dan menteri hanya bohongan. Video yang beredar tersebut merupakan potongan video panjang di YouTube.

"Presiden, menteri ini, menteri sudah vaksin itu jelas vaksinnya itu bohong-bohongan itu, iya? Mungkin bukan vaksin itu. Itu kitanya yang disuruh korban. Tadi sudah ada video Indonesia mendukung pembantaian massal ini berarti Indonesia dijajah Cina memang Cina kepengen menguasai Indonesia, Cina mau menguasai menggantikan orang pribumi dengan mereka. Tidak dengan perang tapi dengan vaksin," ujar Gus Najih dalam video itu, seperti dikutip detikcom hari ini.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan soal pelaporan itu. Penanganan saat ini ada di Ditreskrimsus Polda Jateng.

"Benar ada laporan ke Polda. Betul (yang menangani) Ditreskrimsus," kata Iqbal lewat pesan singkat, Jumat (23/7/2021).

Sementara itu Ketua Umum BKN, Muhammad Rofi'i Mukhlis, dalam keterangan tertulisnya yang dipublikasi di laman BKN mengatakan pelaporan dilakukan hari Kamis (15/7) lalu.

"Selama ini, ngapunten, Gus Najih ini seperti orang yang kebal hukum. Guru-guru kita, Gus Dur, Kyai Said, Islam Nusantara, NU, dihina-hinakan terus oleh beliau. Bahkan terakhir mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 itu merupakan konspirasi karena negara China ingin menguasai Indonesia dan vaksinasi COVID-19 yang digalakkan pemerintah adalah pembunuhan massal," kata Rofi'i dalam keterangannya itu.

"Ini kan pernyataan yang salah dan fatal sekali. Padahal pemerintah, polisi dan TNI sudah sungguh-sungguh untuk mencegah penyebaran COVID-19; tidak main-main, bukan sandiwara. Itu serius karena para ahli sudah menyatakan bahwa varian yang ada saat itu penyebarannya sangat cepat dan berbahaya," lanjutnya.

Diketahui, Gus Najih merupakan kakak dari Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Lewat jaringan keluarga, Gus Yasin mengaku sudah berkomunikasi soal itu dan sudah ada pihak kepolisian yang datang.

"Alhamdulillah kemarin juga sudah ada komunikasi dari Polri langsung ke Gus Najih dan dijelaskan. Kalau saya sendiri lewat keluarga sudah komunikasi bahwa kita harus komunikasi menyampaikan statement kita harus memilah dulu," jelas Gus Yasin secara terpisah.

Tonton juga video 'Strategi Kominfo Perangi Hoaks Vaksinasi yang Merajalela':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya...