Kasus Corona di Yogya Tinggi, Tapi Keterisian Shelter Masih Minim

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 16:33 WIB
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun pemerintah kabupaten/kota di DIY masih belum mampu memobilisasi warga positif virus Corona atau COVID-19 untuk masuk ke shelter isolasi. Hal tersebut terlihat dari tingkat keterisian shelter yang baru sekitar 50 persen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Endang Pamintarsih menjelaskan, pihaknya sudah meminta satgas tingkat kelurahan di seluruh DIY untuk mengajak atau menawarkan warga positif COVID-19 untuk bersedia isolasi mandiri (isoman). Tapi, sampai saat ini, tingkat keterisian masih minim.

"Tingkat keterisian masih minim. Dari 532 bed atau tempat tidur, baru terisi 285 atau sisa 247 bed," kata Endang saat jumpa pers virtual, Jumat (23/7/2021).

Endang menegaskan, fasilitas isolasi terpusat di shelter terjamin. Mulai dari kamar mandi sampai asupan gizi.

"Ada tenaga kesehatan, diawasi langsung oleh dokter perkembangannya. Mendapatkan makanan sehari tiga kali, makanan juga bergizi dengan dipantau langsung ahli gizi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Komandan TRC BPBD DIY, Indrayanto, mengungkap ratusan kasus warga DIY yang meninggal saat isoman. Dari rata 21 Juni hingga 21 Juli 2021, ada 417 kasus warga isoman di DIY yang meninggal dunia.

"Catatan yang kami tulis ini hanya berlaku untuk positif antigen atau pun PCR, baik dia diswab sebelum meninggal hasilnya positif atau pasca meninggal diswab hasilnya positif," kata Wakil Komandan TRC BPBD DIY, Indrayanto kepada wartawan, Jumat (23/7).

Sedangkan data kasus baru positif Corona di DIY per Kamis (22/7) menunjukkan peningkatan dibanding kemarin. Kasus baru per hari kemarin mencapai 1.978. Sedangkan kasus baru pada Rabu (21/7) sebesar 1.648 kasus. Sehingga total kasus Corona di DIY hingga kemarin mencapai 99.574 kasus.

Keberadaan shelter ini, lanjut Endang, sebenarnya sebagai solusi untuk mengatasi rumah sakit yang penuh. Tapi, untuk masuk shelter memang harus penyintas dengan gejala ringan.

"Tidak dengan bantuan oksigen. Yang bergejala ringan, seperti batuk, demam, terpantau langsung oleh petugas dan mendapatkan penanganan medis," jelasnya.

"Dari total 843 penyintas yang masuk shelter, 473 keluar sembuh. Jadi, di shelter ini tingkat kesembuhannya 100 persen," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini jumlah shelter di DIY sudah bertambah. Total ada 55 shelter, sementara yang difasilitasi Dinsos ada 32 shelter, lainnya dikelola swasta.

Khusus shelter swasta ini, kata Endang, pengelolaan semuanya berada di pihak pengelola. Sedangkan untuk biaya shelter swasta, tarifnya berbeda-beda.

"Ada yang Rp 4 juta (paket isoman), Rp 3 juta, ada yang Rp 350 ribu tergantung masing-masing pengelola. Untuk shelter yang dikelola Dinsos gratis, tinggal masuk bawa hasil swab dan KTP serta baju dan alat mandi," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji berharap masyarakat yang positif Corona bisa masuk ke shelter untuk menjalani isolasi. Terutama warga yang kamar mandi di rumahnya hanya satu atau tidak terpisah.

"Harapan kami, jika tahu positif dan kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, satgas di RT/RW dan kelurahan bisa mengarahkan masuk ke shelter. Ini agar apa, menghindari penularan di dalam keluarga," kata Aji, Kamis (22/7).

(rih/sip)