Corona di Klaten Menggila, Puluhan Warga Dikirim ke Donohudan

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 14:35 WIB
Warga terkonfirmasi COVID-19 dibawa ke GOR Gelarsena, Klaten, Jumat (23/7/2021).
Warga terkonfirmasi COVID-19 dibawa ke GOR Gelarsena, Klaten, Jumat (23/7/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai menjemput warga terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Para warga itu dijemput untuk ditempatkan di lokasi isolasi terpusat dan 50 orang diantaranya dikirim ke Asrama Haji Donohudan.

"Donohudan disiapkan 50 maka hari ini kita kirim 50 orang. Besok semoga 100, besok lagi 100 orang, tapi yang lainnya kita tempatkan di isolasi terpusat," ungkap Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga Ketua Satgas Corona pada wartawan saat memantau penjemputan warga ke GOR Gelarsena, Jumat (23/7/2021).

Mulyani mengatakan mulai hari ini Satgas meminta camat, Kapolsek, Danramil dan Puskesmas untuk mengirimkan warga positif Corona ke lokasi isolasi terpusat yang ada. Nantinya di lokasi terpusat akan didata kriterianya untuk dikirimkan ke Asrama Haji Donohudan.

"Kriteria memang ada karena dikirim ke luar Klaten, yang jelas satu harus laki-laki, bukan lansia, dan orang tanpa gejala. Dikirim ke sini (GOR) dulu, didata di sini, diasesmen, dikirim ke Donohudan dengan transportasi dari Polres," jelas Mulyani.

Penjemputan dan pengiriman warga positif Corona ke Donohudan itu, papar Mulyani, dalam rangka memisahkan antara yang sakit dan tidak. Jika tidak dipisahkan maka penularan virus akan terus terjadi.

"Biar terpisahkan, kalau tidak dipisahkan Corona akan terus beranakpinak. Di sini sebenarnya mencukupi, tapi kita memanfaatkan yang ada dan selama ini Klaten belum pernah mengirimkan ke Donohudan sehingga atas arahan Pak Kapolda kita kirimkan," sambung Mulyani.

Apabila ada warga yang tidak mau, ungkap Mulyani tetap akan dilakukan penjemputan, dengan pendekatan yang baik dan diberikan pengertian. Dia meminta masyarakat tidak perlu takut.

"Kita berikan pengertian bahwa diisolasi terpusat itu semua tersedia. Baik tenaga kesehatan, makanan, obat, selama 24 jam sehingga masyarakat jangan takut," terang Mulyani.

Warga Klaten yang positif Corona, kata Mulyani, baik yang di Donohudan atau lokasi lain akan diisolasi selama 14 hari. Setelah tujuh hari akan dilakukan PCR untuk mengecek perkembangan.

"Setelah tujuh hari kita lakukan PCR untuk cek apakah sudah bagus atau tidak. Meski ada yang dikirim ke Donohudan, lokasi isolasi di kecamatan tetap diisi dan saya sudah minta camat untuk mengisi," sambung Mulyani.

Di Klaten, sebut Mulyani saat ini ada 1000 bed lebih untuk isolasi Corona, baik di tingkat kecamatan atau kabupaten. Namun karena jumlah warga positif lebih dari 4.000 orang, maka sisanya dikirim ke luar Klaten.

"Seperti arahan Pak Kapolda kemarin, karena angka kumulatif aktif di atas 4.000 tentunya kita harus berbagi. Di sini kita penuhi, di Donohudan kita manfaatkan," pungkas Mulyani.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menambahkan Polres Klaten hari ini mendapat bantuan 1 SSK Brimob dan 1 SSK Sabhara Polda Jateng. Personel tersebut akan dimanfaatkan untuk isolasi terpusat atau lainnya.

"Bantuan personel kita manfaatkan disini (isolasi) maupun fungsi lain untuk sosialisasi, penyemprotan dan lainnya. Kalau RT atau satu desa butuh penguatan kita tempatkan," jelas Edy Suranta.

(sip/mbr)