Lagi! Puskesmas di Kulon Progo Tutup karena Karyawan Terpapar Corona

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 16:41 WIB
Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo ditutup karena karyawan kena Corona, Kamis (22/7/2021).
Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo ditutup karena karyawan kena Corona, Kamis (22/7/2021). (Foto: Istimewa)
Kulon Progo -

Penutupan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) karena adanya karyawan yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 kembali terjadi di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini terjadi di Puskesmas Samigaluh II.

Puskesmas yang terletak di Jalan Samigaluh-Loano, Ngemplak, Pagerharjo, Samigaluh, itu menutup sejumlah layanan kesehatan mulai hari ini sampai dengan Selasa (27/7). Adapun layanan yang ditutup meliputi layanan rawat inap, persalinan, dan UGD persalinan.

Sedangkan untuk pelayanan rawat jalan untuk semua poli dan vaksinasi tetap buka. Sementara untuk UGD non-persalinan hanya buka sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Kepala Puskesmas Samigaluh II Tari Astuti mengatakan langkah penutupan diambil karena beberapa Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas ini terkonfirmasi COVID-19. Selain itu ada sejumlah karyawan yang menjadi kontak erat kasus positif masih menunggu keluarnya hasil swab PCR.

"Jadi penutupan ini karena ada delapan karyawan kami yang positif dan 3 kontak erat masih nunggu hasil swab PCR. Kami nggak mungkin membuka layanan dengan sumber daya yang tidak mencukupi ini," ujar Tari saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (22/7/2021).

"Total SDM kami untuk PNS ada 25, kemudian tenaga honorer sekitar 14. Jadi kalau upayakan layanan dengan tenaga sekarang kami kesulitan (sehingga harus tutup)," sambungnya.

Tari menjelaskan pihaknya menutup layanan terkait persalinan lantaran sebagian besar karyawan yang terpapar bertugas di ruangan tersebut. Dari delapan yang terkonfirmasi positif Corona, tiga orang di antaranya berprofesi sebagai bidan.

"Karena kalau tiga bidan terkonfirmasi (kena Corona), kami nggak bisa buka layanan persalinan 24 jam. Kalau UGD non-persalinan kami tetap upayakan buka sampai jam 8 malam," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, membenarkan bahwa Puskesmas Samigaluh II ditutup karena ada sejumlah karyawannya terjangkit COVID-19.

"Seperti biasa, karena ada yang positif, kemudian temannya kontak erat dan menunggu hasil swab. Dari laporan yang kami terima total ada delapan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian ada tiga yang masih menunggu hasil PCR," ucap Baning.

(sip/rih)