Cerita Pejabat RSU di Magelang Sulit Cari Oksigen Meski Ada JOSS

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 17:50 WIB
RSU Syubbanul Wathon, Magelang
RSU Syubbanul Wathon, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Komisaris Utama RSU Syubbanul Wathon, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf bercerita tentang kesulitannya mencari oksigen untuk pasien virus Corona atau COVID-19. Gus Yusuf bahkan mencari oksigen tersebut hingga sampai Bandung dan Gresik.

"Sampai kritis kita pernah, waktu itu, tinggal 5 jam oksigen habis. Terus kita dengan segala cara, ya akhirnya jujur saya lewat beberapa pintu juga masuk harus nyari. Sampai ke Bandung, saya ngisi itu di Lanud. Saya minta tolong, terus terang teman di Mabes AU, itu saya dapat 60 oksigen bisa nolong," kata Gus Yusuf saat ditemui di agenda Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo,Kabupaten Magelang, Rabu (21/7/2021).

Gus Yusuf pun mengaku sudah mengisi aplikasi Jateng Oksigen Stock System (JOSS) milik Pemprov Jawa Tengah. Namun pada kenyataannya pihaknya tidak terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

"Pemerintah provinsi ini soal oksigen betul-betul suruh isi. Satgas-satgas oksigen tidak hanya sebatas aplikasi-aplikasi lah. Hari ini rumah sakit diarahkan untuk ngisi di aplikasi. Aplikasi JOSS atau apa itu, tapi praktik di lapangannya direktur-direktur rumah sakit dilepas. Untuk berikhtiar sendiri gitu," ujarnya.

Gus Yusuf mengaku sempat mencari oksigen hingga ke Bandung maupun Gresik. Dari suplai oksigen di Gresik itu pihaknya bahkan bisa mengirimkan suplai ke RSD Merah Putih.

"Ya jujur kemarin kita sampai berikhtiar mencari oksigen ke Bandung. Tiga hari yang lalu, kita dari Gresik dapat oksigen itu. Alhamdulillah bisa kita suplai juga ke Merah Putih (RSD). Itu kita dapat CSR dari Pertamina, itu hasil upaya direktur-direktur sendiri," ujarnya.

Gus Yusuf berharap, ketersediaan oksigen dapat terdistribusi dengan baik. Pihaknya berharap rumah sakit tidak dibiarkan berjuang sendiri mencari oksigen.

"Saya berharap oksigen ini bisa lebih terdistribusi dengan rapi, bisa satgas itu betul-betul kerja di lapangan. Jangan dibiarkan rumah sakit berjuang sendiri-sendiri," ujar dia.

Selain oksigen, Gus Yusuf juga menyoroti soal ketersediaan obat. Dia menyebut obat-obat yang diperlukan pasien COVID kini sudah mulai langka.

"Ya, kalau kita terus bekerjaran terus karena juga demand-nya (permintaan), tuntutannya meningkatnya bisa 600 persen dari hari biasa. Oksigen menjadi salah satu yang paling vital. Yang kedua antisipasi obat, obat ini juga sekarang sudah mulai langka lho. Ini antisipasi, kalau nanti pada minggu atau 10 hari ke depan situasi masih seperti ini akan semakin sulit obat-obatan itu," ujarnya.

"Terus juga saya minta tolong beberapa pihak. Terus terang ini menjadi tantangan dari direktur-direktur rumah sakit, jangan dilepas mereka bekerja sendiri-sendirian. Tolong bisa lebih riil, aplikasi oke, tapi satgas di lapangan ini yang harus dilaksanakan untuk kewaspadaan oksigen ini," sambung dia.

Di sisi lain, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien COVID di RSU Syubbanul Wathon per Selasa (20/7) kemarin penuh. Sedangkan untuk hari ini sudah menurun menjadi sekitar 90 persen.

"Kalau kemarin sempat penuh. Sekarang, kalau laporan hari ini sekitar 85-90 persen. Ya kita tetap waspada, sewaktu-waktu ada lonjakan. Kita harus siap, makanya di Syubbanul Wathon juga sudah pasang tenda. Itu kemarin sempat isi, sekitar 3-5 orang. Itu menjadi waiting list, ketika dari atas (tempat tidur) sudah longgar baru dinaikkan," ujarnya.

(ams/sip)