Viral Penampakan Satwa Raksasa di Pantai Yogya, Begini Analisis BKSDA

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 17:05 WIB
Hius paus tertangkap kamera di Pantai Ngrenehan Gunungkidul, DIY, Selasa (20/7/2021).
Hius paus tertangkap kamera di Pantai Ngrenehan Gunungkidul, DIY, Selasa (20/7/2021). (Foto: Tangkapan layar media sosial)
Yogyakarta -

Video yang menampakkan sosok satwa berukuran raksasa di Pantai Gunuingkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial. Seperti apa?

Video itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @updatedisini. Video berdurasi 30 detik itu menampilkan hewan berukuran besar berenang hingga mendekati tebing pantai. Dalam video itu hanya nampak satu satwa laut raksasa. Keterangan yang tertera dalam postingan itu yaknni sebagai berikut:

"PENAMPAKAN IKAN RAKSASA DI PERAIRAN PANTAI NGRENEHAN.

Konco konco mancing pantai ngrenehan #gunungkidul kemarin sore, berhasil mengabadikan moment penampakan ikan raksasa menepi hingga di bawah tebing pantai ngrenehan.

Kui kiro kiro iwak opo yo lurr..???," demikian bunyi caption postingan akun tersebut seperti dilihat detikcom, Selasa (20/7/2021).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta M Wahyudi saat dimintai konfirmasi soal video viral itu menjelaskan jika satwa itu merupakan hiu paus. Wahyudi menjelaskan hiu paus termasuk dalam golongan mamalia laut.

"Kalau dilihat dari videonya itu memang hiu paus atau whale shark. Itu salah satu satwa mamalia besar di laut," kata Wahyudi saat dihubungi wartawan, Selasa (20/7/2021).

Ia menjelaskan hiu paus bukan merupakan satwa pesisir. Oleh karena itu ia menduga jika hiu paus bisa sampai daerah itu karena terbawa arus atau karena mencari makan.

"Kalau dari ekologi satwanya, satwa ini bukan satwa di pesisir dia satwa laut dalam sana. Samudra sana. Dia datang ke pinggiran itu menurut saya mungkin sedang mencari makan karena banyak plankton di situ atau mungkin sumber makan yang dia rasa ada makanya dia ke situ," jelasnya.

"Kemungkinan satwa ini dia tersesat, terpukul arus yang keras sehingga dia kedaratan," sambung Wahyudi.

Wahyudi mengatakan sulit untuk menentukan habitat hiu paus. Sebab, diketahui mereka merupakan satwa yang sering bermigrasi.

"Satwa itu sulit untuk kita menentukan habitatnya karena satwa itu dia jenis satwa yang bermigrasi. Jadi menurut saya di Yogyakarta bukan habitatnya ini. Karena dia mungkin kena arus atau mungkin tersesat," katanya.

Lebih lanjut, hiu paus bukan kali ini saja terlihat di pantai Yogyakarta. Sebelumnya, kata Wahyudi, hiu paus juga kerap ditemui. Hanya saja, beberapa kali ditemukan terdampar dan mati di pesisir pantai Yogyakarta.

"Di Yogya bukan pertama kali bahkan beberapa kali saya lihat ada yang sampai mati di pantai. Tapi satwa ini bukan tipe yang ada di pinggiran," ucapnya.

Hiu paus, kata Wahyudi, termasuk dalam satwa yang dilindungi. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada masyarakat yang mengganggu keberadaan hiu paus tersebut.

"Mudah-mudahan satwa itu tidak diganggu penduduk masyarakat dan bisa mencari jalan keluar kembali ke lautan bebas," pungkasnya.

Lihat juga Video: Serunya Perayaan Ulang Tahun Manohara di Solo Zoo

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)