Termakan Hoax Demo PPKM Darurat di Tegal, 69 Orang Diamankan Polisi

Imam Suripto - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 17:54 WIB
Polres Tegal Kota amankan puluhan orang yang termakan hoax aksi tolak PPKM Darurat, Senin (19/7/2021).
Polres Tegal Kota amankan puluhan orang yang termakan hoax aksi tolak PPKM Darurat, Senin (19/7/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Polisi mengamankan puluhan orang yang diduga termakan hoax hendak menggelar aksi demo tolak PPKM Darurat di Kota Tegal, Jawa Tengah hari ini. Mereka diamankan di sejumlah titik berbeda.

"Kami mengamankan 69 orang di beberapa titik, ada anak berkerumun kemudian terindikasi, jadi mereka itu terprovokasi berita hoax adanya gerakan-gerakan dari mahasiswa terkait PPKM Darurat ini. Mereka juga sempat menantang petugas dengan mengacungkan jari tengah dan melakukan penyerangan secara fisik. Ada juga, petugas yang mereka tabrak, sehingga mengalami luka-luka," ungkap Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Rita mengungkap rata-rata yang diamankan polisi berusia pelajar SMP dan SMA. Sedangkan beberapa orang lainnya, kata Rita, ada yang merupakan pekerja hingga pengangguran.

"Sebagian mereka dari kabupaten tetangga, Kabupaten Tegal, Pemalang, dan Kota Tegal," ungkapnya.

Rita mengungkap mereka sengaja datang ke Kota Tegal untuk mengikuti aksi unjuk rasa menolak dan menentang PPKM Darurat yang informasinya beredar melalui media sosial. Padahal, kelompok mahasiswa yang disebut hendak melakukan aksi, sudah memberi klarifikasi tidak akan menggelar aksi demo. Sebagai gantinya mereka melaksanakan audiensi dengan Forkopimda Kota Tegal.

"Rupanya informasi soal demo itu sudah terlanjur mereka terima melalui medsos, sehingga mereka tidak terbendung dan mereka berinisiatif untuk datang ke sini," ujar Rita.

Para remaja yang ditangkap, sambung Rita, hanya bermotif ikut-ikutan. Polisi juga menyelidiki asal kelompok termasuk pihak-pihak yang diduga menggerakan puluhan orang ini.

"Polres Tegal Kota juga dibackup Subdit Cyber Crime Polda Jateng untuk melacak dan menemukan otak di balik penyebaran berita hoax demo yang beredar massif di medsos," pungkas Rita.

(sip/ams)