Bupati Klaten Lebih Senang Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Alasannya

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 17:50 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani
Foto: Bupati Klaten Sri Mulyani (Ahcmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku lebih senang jika kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali diperpanjang. Sri Mulyani beralasan penambahan kasus baru maupun kematian akibat virus Corona atau COVID-19 di Klaten masih tinggi.

"Diperpanjang tidak masalah bagi saya, karena memang kondisi di Klaten sendiri memang butuh diperpanjang, untuk Klaten. Karena angka kasus turun belum signifikan, angka kematian masih tinggi, jadi kalau diperpanjang saya lebih, lebih senang," ungkap Sri Mulyani pada wartawan di Pemkab Klaten, Senin (19/7/2021).

Meski begitu, Mulyani berharap perpanjangan PPKM Darurat bisa mengacu pada hasil evaluasi. Sehingga diharapkan masa perpanjangan PPKM Darurat yang terbaru bisa lebih optimal.

"Seluruh komponen ini kalau diperpanjang kebijakan pemerintah pusat bisa memaksimalkan lagi evaluasi yang kemarin dilakukan," sambung Mulyani.

Pihaknya pun menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat soal rencana perpanjangan PPKM Darurat. Pemkab Klaten, kata Mulyani, siap mengimplemantasikan arahan pemerintah pusat.

"Diperpanjang atau tidak kita tetap menunggu pemerintah pusat. Saya selaku pemerintah kabupaten Klaten selalu siap menjalankan tugas dan mengamankan kebijakan," terang Mulyani.

Kasus Corona di Klaten Turun Saat PPKM Darurat

Mulyani menambahkan kasus Corona di Klaten saat PPKM Darurat menurun. Meski begitu, dia masih mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang berada di zona merah.

"Pada evaluasi PPKM Darurat tahap pertama dengan Menko disampaikan Klaten dalam grafik urutan nomor dua penurunan mobilitas. Angka mobilitas terbaik nomor dua, dan zonanya masih merah," lanjut Mulyani.

Mulyani pun berharap Klaten akan masuk ke zona kuning. Di sisi lain, kata Mulyani, upaya mengurangi kasus Corona bakal berdampak di sektor usaha.

"Dengan zona kuning saya mengeluarkan kebijakan tidak nyaman, baik esensial dan nonesensial dengan penurunan dan pembatasan jam operasional. Itulah kebijakan saya untuk mengurangi kerumunan, mengurangi mobilitas dan menjaga imunitas," papar Mulyani.

Terpisah, Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo menyampaikan per hari ini terdapat 424 kasus Corona di Klaten yang dinyatakan sembuh. Sementara itu ada penambahan kasus baru COVID sebanyak 460 dan 46 pasien meninggal dunia.

"Hari ini kasus aktif terkonfirmasi bertambah 460 kasus yang terdiri dari rapid antigen 386 kasus dan PCR 74 kasus, ada 424 pasien dinyatakan sembuh dan 46 pasien meninggal dunia. Jumlah kumulatif menjadi 24.624 kasus, dari jumlah tersebut 4.889 menjalani perawatan/isolasi mandiri, 18.176 sembuh dan 1.559 meninggal dunia.," terang Cahyono pada wartawan.

(ams/sip)